Yen Tahan Gain Ditengah Kekhwatiran Pasar Di China

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Yen tahan gain dari pekan lalu terhadap mata uang utama dengan investor terjebak antara kekhawatiran pasar saham China yang akan melanjutkan penurunannya setelah hari libur serta ketidakpastian mengenai apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan ini.

Mata uang Jepang merupakan kinerja terbaik terhadap 10 rekan-rekan negara berkembang pekan lalu, menurut Indeks Bloomberg Correlation-Weighted Currency. Para spekulator dan hedge fund memangkas spekulasinya pada penrunan yen ke level terendah sejak April pekan lalu, membukukan pergeseran bullish terbesar dalam sentimen pada mata uang sejak tahun 2007. Kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pekan depan sebesar 30% pasca Data nonfarm payroll AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan lebih lemah dibanding perkiraan ekonom, bahkan ditengah menurunnya tingkat pengangguran ke level terendah tujuh tahun.

Hedge fund dan spekulator besar lainnya memangkas posisi keuntungan dari pelemahan yen selama sepekan terakhir secara beruntun pada periode hingga 1 September, data dari Commodity Futures Trading Commission menunjukkan. Mereka memangkas yen menjadi 15.555 kontrak, dari 105.226 tiga pekan sebelumnya pada 11 Agustus.

Yen sedikit berubah terhadap dolar pada 119,11 pada 08:49 pagi di Tokyo. Mata uang menguat terhadap greenback selama dua pekan terakhir karena aksi sell-off pasar saham China mengangkat permintaan global haven.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri greenback versus 10 mata uang utama, berada di 1,213.16 dari level 1,213.91 di New York pada Jumat.(yds)

Sumber: Bloomberg