Yen Menuju Penurunan Mingguan Terkait Berkurangnya Permintaan Safe Heven

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Yen menuju penurunan mingguan terhadap dolar terkait meredanya ketegangan geopolitik di Ukraina dan Irak menurunnya permintaan investor terhadap aset safe haven.

Yen turun terhadap 31 mata uang utama pada pekan ini terkait Presiden Rusia, Vladimir Putin tengah mengadakan pertemuan dengan rekan sekutunya untuk membahas upaya meredakan ketegangan di Ukraina. Euro berada di level 0,2 persen naik dari level terendah sejak November lalu terhadap dolar AS pasca data pekan ini dipicu spekulasi bahwa para pembuat otoritas Eropa akan meningkatkan stimulusnya untuk menghidupkan kembali pertumbuhan di wilayahnya. Dolar Selandia Baru turun terkait hasil pada obligasi 10-tahun Negara itu turun ke level terendahnya dalam 12-bulan terakhir.

Yen turun sebesar 0,1 persen ke level 102.50 per dolar pukul 12:55 siang di Tokyo, pasca turun sebesar 0,5 persen pada pekan ini. Mata uang Jepang ditraksaksikan sebesar 136,99 per euro dari angka 136,92 kemarin. Yen telah menurun sebesar 0,1 persen sejak 8 Agustus. Euro ditransaksikan pada level $ 1,3363 pasca turun ke level $ 1,3333 pada 6 Agustus kemarin, berada di level terendahnya sejak 8 November lalu.

Putin akan bertemu Presiden Finlandia Sauli Niinistoe di kota Sochi di Rusia selatan pada hari ini. Pertemuan itu akan menandai pembicaraan bilateral pertama Putin dengan pemimpin Eropa atau kepala negara sejak terakhir kali dia bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Brasil selama Piala Dunia pada bulan Juli kemarin. (vck)

Sumber: Bloomberg