Yen Menguat Sementara Pound Melanjutkan Penurunan

RIFAN FINANCINDO – Yen menguat karena investor mencari aset yang paling aman terkait kekhawatiran keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan merugikan pertumbuhan global.

Pound melanjutkan penurunan, setelah pada hari Selasa mengalami reli untuk pertama kalinya sejak hasil referendum Brexit, melemah terhadap 16 mata uang utama dengan sekitar tiga perempat dari responden survei Bloomberg mengatakan ekonomi Inggris akan tergelincir ke dalam resesi untuk pertama kalinya sejak tahun 2009. Indeks volatilitas mata uang global turun ke level terendah sejak sehari sebelum hasil referendum terkait spekulasi bahwa pemerintah akan bertindak untuk menstabilkan pasar.

Mata uang Jepang menguat 0,5 persen menjadi 102,25 per dolar pada pukul 07:08 pagi di London dan naik 0,8 persen menjadi 135,98 terhadap pound. Sterling turun 0,3 persen menjadi $ 1,3302 setelah pada hari Selasa naik 0,9 persen. Mata uang tersebut telah melemah 11 persen sejak penutupan pada 23 Juni. Euro sedikit berubah terhadap dolar AS di $ 1,1057.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

 

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.