Yen Keok Lawan USD, Rupiah Dibuka Semakin Memburuk

Yen Keok Lawan USD Rupiah Dibuka Semakin MemburukRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka semakin ambruk hingga menembus level Rp13.600/USD. Pelemahan rupiah ini di tengah menguatnya USD terhadap yen.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah pagi ini pada level Rp13.641/USD. Posisi ini tercatat semakin memburuk dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.575/USD.

Sementara posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance, di sesi pembukaan hari ini menunjukkan tetap melemah di level Rp13.580/USD dan pada pukul 10.04 WIB ke posisi Rp13.640/USD. Posisi pembukaan rupiah tercatat melemah dibanding sebelumnya di level Rp13.564/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka juga terpuruk ke posisi Rp13.627/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.578-Rp13.648/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tertekan dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.587/USD. Bahkan, pada pukul 10.04 WIB rupiah berdasarkan Bloomberg berada di posisi Rp13.638/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.04 WIB ada pada level Rp13.645/USD atau masih jauh lebih buruk dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.564/USD.

Dilansir Reuters, Senin (30/5/2016), USD mencapai level tertinggi terhadap yen dalam satu bulan terakhir dan berdiri tegak terhadap beberapa mata uang lainnya.

USD terhadap yen naik 0,3% ke level 110,660 setelah naik ke 110,805, tertinggi sejak 28 April. Penguatan USD terjadi setelah komentar Ketua Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen terkait prospek kenaikan suku bunga AS dalam jangka dekat.

The Fed mengatakan pada Jumat bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang, jika perekonomian dan pasar tenaga kerja terus membaik.

Sementara, euro naik mendekati level terendah dalam dua bulan di level 1,1109 per USD setelah pada Jumat kemarin merosot 0,7%. Indeks USD naik menyentuh posisi 95,828 atau tertinggi dalam dua bulan.

Selain komentar hawkish yang terdengar dari Yellen, perkembangan politik di Tokyo juga terlihat mendukung USD terhadap mitra Jepang. Di mana Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berencana untuk menunda kenaikan pajak penjualan.

Jepang juga terlihat menyusun anggaran tambahan untuk meningkatkan perekonomian, sebuah langkah yang secara luas diperkirakan akan diikuti pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Bank of Japan.

“Kebijakan fiskal adalah positif bagi yen, tetapi jika stimulus yang disertai pelonggaran moneter lebih lanjut, maka itu adalah faktor yang membuat yen melemah,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com