Wall Street Tertekan Harga Minyak

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Indeks Saham di bursa Wall Street AS memerah pada awal perdagangan Rabu (24/2/2016).

Penurunan tersebut dipicu oleh jatuhnya kembali harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Setengah jam setelah dibuka, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 241,71 poin (1,47 persen) ke posisi 16.190,07 dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Indeks S & P 500 turun 27,46 (1,43 persen) ke level 1.893,81, sedangkan indeks saham-saham teknologi Nasdaq Composite turun 72,22 (1,60 persen) ke posisi 4.431,36.

Kejatuhan Wall Street seiring dengan memerahnya saham di bursa global.

Salah satunya dipicu harga minyak mentah AS yang turun 3,4 persen menjadi 30,78 dollar AS per barrel.

“Penurunan harga minyak mentah yang terjadi dalam dua hari terakhir dinilai membebani sektor energi,” demikian menurut analisa Charles Schwab & Co.

Saham ExxonMobil dan Chevron turun masing-masing 1,5 persen dan 1,9 persen.

Saham sejumlah bank terkena imbasnya, JPMorgan turun 3 persen, Bank of America turun 3,1 persen, dan saham Citigroup anjlok 4,0 persen.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com