Wall Street Tergelincir di Sesi Penutupan

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Wall Street pada penutupan perdagangan kemarin tergelincir, terbebani oleh penurunan sektor kesehatan dan konsumen. Sementara sektor keuangan naik sedikit setelah dua pejabat Federal Reserve mendorong untuk kenaikan suku bunga.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/8/2016), Indeks Dow Jones industrial average turun 33.07 poin atau 0,18% ke level 18.448,41, Indeka S&P 500 kehilangan 2,97 poin atau 0,14% ke level 2.172,47 dan Indeks Nasdaq Composite turun 5,49 poin atau 0,11% ke level 5.212,20.

Sektor saham kesehatan turun 0,8% berada di bawah tekanan untuk hari kedua berturut-turut. Saham St Jude Medical (STJ.N) turun 5% setelah perusahaan short-selling Muddy Waters mengatakan bahwa saham akan jatuh karena kerentanan keamanan cyber di perangkat perusahaan.

Saham Mylan NV saham (MYL.O) tutun 0,7% karena perusahaan terus menghadapi tekanan atas harga EpiPen pengobatan alergi nya.

Sektor konsumen turun 0,4% setelah hasil yang mengecewakan dari trio pengecer. Dollar Tree (DLTR.O) turun 9,9%, Dollar General (DG.N) off 17,7%, dan Signet Jewelers (SIG.N) merosot 12,6%.

Komentar dari Presiden Kansas City dan anggota The Fed Esther George, serta Dallas Fed Presiden Robert Kaplan, diikuti nada hawkish ditetapkan oleh para pembuat kebijakan utama Fed dalam beberapa hari terakhir. Mereka datang menjelang pidato Ketua Fed Janet Yellen, Jumat di Jackson Hole, dimana investor cenderung untuk menilai kemungkinan kenaikan suku bunga.

Menyusul komentar, pedagang yang berharap ada peningkatan pening pada September menjadi 24% dari sebelumnya 21%. Sedangkan harga di sekitar 57% kemungkinan kenaikan Desember, naik dari 50,6% pada Rabu, sesuai program FedWatch CME Group.

Sektor keuangan di Indeks S&P 500 keuangan mendapatkan yang terbaik dari tingkat yang lebih tinggi atau naik 0,28%. Indeks KBW Nasdaq Bank naik 0,39% dan menjadi hari terbaik dalam hampir dua pekan.

“Jelas, Fed memiliki panggung untuk jadi perhatian investor di Jackson Hole,” kata Peter Kenny, ahli strategi pasar senior di Global Markets Advisory Group, di New York.

“Pembagian antara anggota voting FOMC sangat jelas dan tidak ada yang telah kita lihat dalam data terakhir yang akan memiringkan argumen ke salah satu sisi peningkatan atau sisi lain yang tersisa tidak berubah pada September,” imbuh dia.

Salah satu titik terang di antara nama-nama sektor konsumen adalah saham Tiffany (TIF.N), yang naik 6,4% menjadi USD73,28 sebagai pemain terbaik di S&P 500 setelah laba kuartalan secara tak terduga meningkat.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com

RIFANFINANCINDO