Wall Street menguat untuk hari kedua

(FILES) In this file photo taken on May 23, 2019 traders work after the closing bell at the New York Stock Exchange (NYSE) on Wall Street in New York City. - All three of Wall Street's main indices popped to fresh records on July 12, 2019, ending the week on an emphatic note as investors grew increasingly confident the Federal Reserve will cut interest rates at the end of the month. (Photo by Johannes EISELE / AFP)RIFAN FINANCINDO – Wall Street menguat tajam untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dibantu oleh kenaikan saham Amazon.com dan induk perusahaan Google Alphabet menjelang laporan keuangan mereka dan optimisme atas kemajuan paket bantuan pandemi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 475,57 poin atau 1,57 persen, menjadi ditutup pada 30.687,48 poin. Indeks S&P 500 meningkat 52,45 poin atau 1,39 persen, menjadi berakhir di 3.826,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup terangkat 209,38 poin atau 1,56 persen, menjadi 13.612,78 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah hijau, dengan sektor keuangan dan industri masing-masing melonjak 2,46 persen dan 2,15 persen, memimpin kenaikan.

Kekhawatiran atas mania perdagangan spekulatif juga tampak mereda. Mania pasar yang baru-baru ini didorong oleh investor ritel atas aset-aset yang sangat shorted menunjukkan beberapa tanda gagal.

GameStop Corp, salah satu saham yang telah terdorong naik tajam dalam hiruk pikuk, terpuruk 60 persen pada Selasa (2/2), menyusul kemerosotan 31 persen di sesi sebelumnya.

Pengecer video game konvensional GameStop terus menjadi fokus di Wall Street. Sahamnya melonjak 400 persen pekan lalu di tengah hiruk pikuk perdagangan ritel.

“Hedge fund mencari tempat untuk menaruh uang dan perdagangan yang mudah bagi mereka adalah masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar dan mungkin pasar yang luas secara umum, hanya untuk memastikan bahwa mereka tidak tertinggal,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York, New York. “Mungkin di situlah kita mendapatkan semua aliran tambahan di sini.”

Sementara Amazon.com Inc mengakhiri sesi reguler dengan kenaikan 1,1 persen, perusahaan mengejutkan investor setelah bel dengan berita bahwa Jeff Bezos akan pindah ke peran ketua eksekutif di kuartal ketiga dan digantikan oleh kepala Amazon Web Services, Andy Jassy sebagai kepala eksekutif.

Sahamnya datar dalam perdagangan setelah jam kerja, bahkan ketika Amazon.com mengalahkan perkiraan untuk penjualan kuartal liburan.

Saham Alphabet melonjak lebih dari enam persen setelah bel menyusuk laporan labanya. Saham Alphabet mengakhiri sesi reguler naik 1,4 persen.

Lebih dari 80 persen laporan keuangan dari perusahaan S&P 500 sejauh ini telah melampaui ekspektasi laba para analis, dengan 97 persen laporan dari perusahaan-perusahaan teknologi mengalahkan ekspektasi, menurut data IBES dari Refinitiv.

Investor juga optimistis karena Demokrat di Kongres bersiap untuk mengambil langkah pertama menuju jalur cepat dari paket bantuan COVID-19 senilai 1,9 triliun dolar AS dari Presiden Joe Biden.

Menambah suasana optimistis, kasus baru COVID-19 di Amerika Serikat turun selama tiga minggu berturut-turut, pertama kali sejak September lalu.

“Beberapa bentuk proposal Biden akan lolos, dan pasti ada investor yang melihat banyak hal akan berubah dan berpikir pasar dan ekonomi akan terlihat lebih cerah,” kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, sebuah kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey.

Exxon Mobil Corp mencatat kerugian tahunan pertamanya sebagai perusahaan publik. Namun, sahamnya berakhir 1,6 persen lebih tinggi karena laba kuartalan yang disesuaikan melampaui perkiraan.

Saham United Parcel Service Inc terangkat 2,6 persen setelah mengalahkan perkiraan laba kuartalan karena lonjakan volume pengiriman domestik saat pembelian daring yang dipicu pandemi untuk hadiah liburan dan kebutuhan pokok.

 

Sumber : antaranews