Wall Street Menguat, Nasdaq Terseret Anjloknya Saham Google dan Facebook

\Wall Street Menguat, Nasdaq Terseret Anjloknya Saham Google dan Facebook\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 pada perdagangan Senin ditutup menguat. Hal ini dikarenakan lonjakan saham energi yang mengimbangi penurunan tajam di sektor teknologi yang menyeret Nasdaq.

Mengutip laman Reuters, New York, Selasa (8/3/2016), harga minyak mentah, yang sebagian besar telah menjadi penentu arah dalam bursa saham tahun ini, naik lebih dari 5 persen. Sektor energi S&P 500 (SPNY) naik 2,4 persen.

Kenaikan saham energi tersebut dalam sesi kelima berturut-turut, beruntun yang tidak terlihat sejak Oktober. Hal ini lebih dari 23 persen dari tahun 2016 rendah pada pertengahan Januari.

“Pasar bekerja sendiri untuk nilai wajar dan telah mengambil menakut-nakuti keluar. Orang-orang terlalu pesimis,” kata kepala strategi ekuitas di Wells Fargo Funds Management di New York, John Manley.

Dirinya mengatakan, pasar minyak telah menemukan pijakan dan telah memungkinkan saham di sektor tersebut bangkit. Namun, mungkin akan sulit melambung di pasar saham karena musim laba mulai mereda.

Dow Jones industrial average ditutup naik 67,18 poin atau 0,4 persen ke 17.073,95, S & P 500 naik 1,77 poin atau 0,09 persen ke 2.001,76 dan Nasdaq Composite turun 8,77 poin atau 0,19 persen ke 4.708,25 .

Alphabet (GOOGL.O) dan Facebook (FB.O) turun masing-masing lebih dari 2 persen sementara Microsoft (MSFT.O) kehilangan 1,9 persen dan Apple (AAPL.O) menumpahkan 1,1 persen.

Sebuah analis melihat data dari sektor utama ekonomi dan kestabilan harga komoditas telah membantu meningkatkan sentimen dalam seminggu ini yang membuat relatif tenang.

The S & P 500 membukukan 11 tertinggi 52-minggu baru dan 1 rendah baru; Nasdaq tercatat 37 tertinggi baru dan 26 terendah baru.

Sekitar 9 miliar saham dipertukarkan tangan di bursa AS, sedikit di atas rata-rata 8,8 miliar dalam 20 sesi terakhir.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com