Wall Street Capai Rekor Tertinggi

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup mencapai rekor tertinggi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan membuat pengumuman pajak besar dalam beberapa pekan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/2/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 134,14 poin atau 0,67% ke level 20.188,48, Indeks S&P 500 naik 14,72 poin atau 0,64% ke level 2.309,39 dan Nasdaq Composite bertambah 37,58 poin atau 0,66% ke level 5.720,03.

“Menurunkan beban pajak secara keseluruhan pada bisnis Amerika adalah liga besar,” kata Trump dalam pertemuan di Gedung Putih dengan para eksekutif industri penerbangan.

Saham AS telah menguat sejak pemilu 8 November 2016 yang memenangkan Trump di tengah harapan dia tidak hanya akan mengantar pajak perusahaan yang lebih rendah, tetapi juga mengurangi peraturan dan peningkatan belanja infrastruktur.

Kenaikan telah mengalami stagnasi dalam beberapa hari terakhir karena investor mencari rincian tentang agenda kebijakan ekonomi Trump. Sektor keuangan yang telah melonjak sejak pemilu, adalah kelompok berkinerja terbaik, naik 1,3% setelah tiga sesi mengalami penurunan, sementara saham energi naik 0,9%.

Bruce McCain, kepala strategi investasi di Key Private Bank mengatakan, sektor-sektor memperoleh manfaat harus menurunkan pajak memacu aktivitas ekonomi sebagai suku bunga dan permintaan kenaikan energi,

“Mengingat kelompok yang menanggapi dan antusiasme dalam pasar, tampaknya komentar pajak membuat reli hari ini,” kata Bruce McCain.

“Ketika Anda sampai ke tingkat ini sentimen pasar, biasanya hasil yang jauh lebih sederhana dan Anda lebih mundurnya,” imbuhnya.

Ketiga indeks memukul intraday baru ke level tertinggi. Sektor utilitas, yang dianggap taruhan defensif, turun 0,9% dan menjadi sektor berkinerja terburuk.

Sekitar 70% dari perusahaan yang masuk di Indeks S & P 500 telah melaporkan hasil laba kuartal keempat berada di jalur kenaikan 8,5% yang akan menjadi kinerja terbaik sejak kuartal ketiga 2014.

Saham Viacom, Kellogg dan Prudential semua menguat setelah hasil kuartalan masing-masing positif. Coca-Cola memperkirakan penurunan kejutan laba setahun penuh dan sahamnya turun 2,4 dan menjadi hambatan terbesar pada Indeks Dow Jones dan S&P.

Saham Twitter malah tercatat anjlok 11,9% setelah jaringan sosial melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan paling lambat sejak go public pada 2013.

( okezone.com )

RIFAN FINANCINDO