Wall Street berakhir lebih rendah

wallstreet3RIFAN FINANCINDO – Wall Street menutup sesi yang maju-mundur dengan lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena pelaku pasar menunggu data inflasi untuk petunjuk kapan Federal Reserve AS mungkin memperketat kebijakan moneter dovish-nya.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 152,68 poin atau 0,44 persen, menjadi menetap di 34.447,14 poin. Indeks S&P 500 terkikis 7,71 poin atau 0,18 persen, menjadi berakhir di 4.219,55 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 13,16 poin atau 0,09 persen menjadi ditutup di 13.911,75 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan dan industri masing-masing kehilangan 1,06 persen dan 1,03 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan terangkat 1,0 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Ketiga indeks saham utama AS membalikkan kenaikan awal, tetapi tetap terjebak dalam kisaran sempit tanpa adanya katalis pasar yang jelas.

“Ada masa tenang dalam hal berita,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. “Kami melalui periode (laporan) laba dan orang-orang menunggu angka inflasi besok, jadi Anda memiliki pasar beragam di mana indeks-indeks utama tidak melakukan banyak hal.”

Keranjingan terhadap “saham-saham meme” terus berlanjut, memperpanjang reli yang didorong media sosial, dengan Aethlon Medical melejit 388,2 persen.

Obrolan melalu Reddit (platform komunitas yang memiliki jangkauan forum terbesar didunia) juga membantu mengangkat saham operator penjara GEO Group dan World Wrestling Entertainment masing-masing melonjak 38,4 persen dan 10,9 persen.

Namun, saham meme lainnya seperti Clover Health, AMC Entertainment dan Bed Bath Beyond ditutup melemah.

Volume ritel telah kembali ke puncak Januari, menurut Vanda Research, karena forum media sosial berebut untuk mengidentifikasi GameStop Corp berikutnya, saham yang memulai fenomena tersebut.

“Rasanya seperti pasar saham alternatif,” tambah Carlson. “Ini indikasi spekulasi. Anda bisa sukses jika Anda masuk pada saat yang tepat tetapi sangat sulit untuk bermain dengan sukses dari waktu ke waktu.”

“Saya tidak berpikir Anda harus membaca terlalu banyak tentang pasar yang lebih luas.”

GameStop menunjuk Matt Furlong sebagai CEO barunya menjelang laporan keuangannya, yang menunjukkan kerugian kuartalan sebesar 1,01 dolar AS per saham. Sahamnya turun lebih dari 4,0 persen dalam perdagangan setelah jam perdagangan reguler.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengubah arah dalam negosiasi yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan bipartisan tentang pengeluaran infrastruktur setelah pembicaraan empat mata dengan Senator Shelley Capito gagal.

Saham sektor industri, yang diuntungkan dari kesepakatan infrastruktur, turun 1,0 persen.

Anggota parlemen Washington meloloskan RUU yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Amerika Serikat guna bersaing dengan teknologi China, menyediakan dana untuk penelitian dan produksi semikonduktor di tengah kekeringan pasokan chip yang sedang berlangsung. RUU itu sekarang menuju ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Meski begitu, indeks Philadelphia SE Semiconductor tergelincir 0,4 persen.

Laporan indeks harga konsumen Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis Kamis waktu setempat akan memberikan pandangan lain tentang inflasi di tengah pemulihan ketidakseimbangan permintaan/penawaran ketika investor menentukan apakah tekanan inflasi, seperti yang ditegaskan The Fed, akan bersifat sementara.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan turun di bawah 1,5 persen untuk pertama kalinya sejak Mei, membebani saham keuangan yang sensitif terhadap suku bunga.

Campbell Soup Co meleset dari ekspektasi laba kuartalan dan memangkas perkiraan laba setahun penuh, mengirim sahamnya jatuh 6,5 persen.

Pfizer Inc naik 2,5 persen setelah pemerintahan Biden mengumumkan rencana untuk menyumbangkan 500 dosis COVID-19 ke sekitar 100 negara selama dua tahun ke depan, menurut laporan Washington Post.

Produsen obat Merck Co juga naik 2,3 persen setelah pengumumannya bahwa pemerintah AS telah setuju untuk membeli sekitar 1,7 juta obat eksperimental COVID-19 perusahaan, molnupiravir, seharga sekitar 1,2 miliar dolar AS, jika obat tersebut memenuhi persetujuan regulator.

 

Sumber : antaranews