Wall Street Berakhir Bervariasi

wall-streetRIFAN FINANCINDO – Wall Street berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan Dow dan S&P 500 jatuh ketika perusahaan-perusahaan AS bersiap untuk memulai musim laporan laba kuartalan yang diperkirakan buruk karena pandemi virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 328,60 poin atau 1,39 persen, menjadi ditutup di 23.390,77 poin. Indeks S&P 500 merosot 28,19 poin atau 1,01 persen, menjadi berakhir di 2.761,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 38,85 poin atau 0,48 persen, menjadi 8.192,42 poin.

Saham-saham mengurangi kerugian pada sore hari, dengan Nasdaq mencatat kenaikan tiga hari beruntun pertamanya sejak 12 Februari. Amazon.com memberikan indeks kenaikan terbesar, naik 6,2 persen ketika raksasa ritel mengatakan akan mempekerjakan 75.000 lebih banyak orang di tengah lonjakan permintaan pesanan daring.

Subsektor perbankan S&P jatuh 4,1 persen, dengan JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co akan melaporkan keuangannya pada Selasa dan para analis memperkirakan prospek suram untuk tahun ini.

Volume lebih ringan dari biasanya karena pasar Eropa dan lainnya masih ditutup setelah Minggu Paskah, tetapi investor juga bersiap untuk berita laba dari perusahaan-perusahaan, kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

“Apa yang Anda lihat di penghujung hari adalah investor yang duduk dengan terlalu banyak uang membeli pada saat harga merosot,” kata Dennis Dick, kepala struktur pasar dan pedagang eksklusif di Bright Trading di Las Vegas. “Saya pikir tren itu terus berlanjut kecuali arus berita menjadi semakin buruk.”

Beberapa ahli strategi mengatakan komentar oleh Gubernur New York Andrew Cuomo pada Senin (13/4/2020) membantu meredakan beberapa kekhawatiran investor. Cuomo mengatakan dia percaya “yang terburuk sudah berakhir” ketika rawat inap tampaknya mulai mendatar di negara bagian AS yang paling terpukul, menambahkan bahwa dia akan mengumumkan rencana terkoordinasi untuk membuka kembali bisnis.

Stimulus moneter dan fiskal AS yang agresif dan tanda-tanda awal potensi puncak dalam kasus virus corona AS telah membantu saham pulih baru-baru ini dari aksi jual dramatis terkait dengan pandemi tersebut.

Saham Carnival Corp, Royal Caribbean Cruises dan Norwegian Cruise Line Holdings jatuh ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperpanjang “no sail order” untuk semua kapal pesiar.

Ford Motor Co (F.N) jatuh 3,9 persen setelah produsen mobil memproyeksikan kerugian triwulanan yang disesuaikan sebelum bunga dan pajak menjadi sekitar 600 juta dolar AS, dibandingkan dengan laba sebesar 2,4 miliar dolar AS setahun sebelumnya.

 

Sumber : antaranews