Wall Street Anjlok karena Investor Bingung Akan Ekonomi China

\Wall Street Anjlok karena Investor Bingung Akan Ekonomi China\

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Kebingunan akan ekonomi China membuat indeks saham AS anjlok hampir 4 persen pada Senin dalam sesi volatile yang luar biasa. Hal ini membuat S&P 500 terkoreksi bahkan setelah saham Apple Rebound.

Dow Jones Industrial Averaga (DJIA) merosot lebih dari 1.000 poin, hal ini menjadi perdagangan intraday paling dramatis yang pernah terjadi.

Mengutip laman reuters, New York (25/8/2015), penurunan Senin diikuti kemerosotan 8,5 persen di pasar China, yang memicu aksi jual di saham global bersama dengan minyak dan komoditas lainnya.

Volatilitas Wall Street melonjak bulan ini karena investor menjadi semakin khawatir tentang tersandung potensi ekonomi China dan setelah Beijing mengejutkan mendevaluasi mata uangnya.

Beberapa investor dibongkar saham menjelang penutupan setelah mencari untuk membuat uang dari ayunan harga stabil di awal sesi.

“Jika hal-hal tidak menetap di China, kita bisa memiliki lagi besok terbuka jelek dan Anda tidak ingin ditangkap memegang posisi Anda membeli pagi ini,” kata Direktur perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab di Austin . Randy Frederick.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 588,4 poin atau 3,57 persen di 15,871.35. The S & P 500 kehilangan 77,68 poin atau 3,94 persen, ke 1,893.21, memasukkannya secara resmi dalam mode koreksi.

Indeks dianggap koreksi ketika menutup 10 persen di bawah 52 minggu yang tinggi. Dow dikonfirmasi berada di koreksi pada hari Jumat.

Nasdaq Composite turun 179,79 poin atau 3,82 persen ke 4,526.25, juga di koreksi. Semua 10 besar S & P 500 sektor turun, dengan energi kehilangan 5,18 persen.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com