Voting Brexit Buat Pasar Cemas

RIFAN FINANCINDORIFAN FINANCINDO – Emas turun untuk hari keempat berturut-turut seiring investor bersiap untuk hasil referendum Inggris untuk keanggotaannya di Uni Eropa, dengan pemungutan suara dijadwalkan untuk di mulai pada pukul 07:00 pagi waktu setempat.

“Emas terus menunggu informasi dan melihat apa hasil yang keluar besok. Jadi emas sekarang terfokus pada Brexit,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures.

Bullion untuk pengiriman segera kehilangan 0,4 persen ke level $ 1,260.69 per ounce, yang merupakan harga terendah sejak 9 Juni, dan diperdagangkan di level $ 1,262.61 pada pukul 8:26 pagi waktu Singapura. Logam kuning ini turun 2,5 persen dalam pembukaan selama tiga hari dalam seminggu.

Logam, yang rally ke level tertinggi sejak 2014 pekan lalu, jatuh di tengah spekulasi pemilih Inggris akan memilih untuk bertahan di Uni Eropa sehingga mengurangi permintaan safe haven. Sementara jajak pendapat menjelang hari pemungutan suara menunjukkan persaingan yang ketat, rumah judi di Inggris memprediksi kemenangan untuk kubu ?Bertahan?. Pemerintah dan bank sentral memperingatkan hasil dari Brexit dapat memicu gejolak di pasar.

Keunggulan suara Inggris tetap di UE, juga dibayangi komentar dari Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang menunjukkan ketidakpastian kondisi ekonomi dalam pidatonya untuk Senat AS.

James Steel, analis logam mulia di HSBC Securities, mencatat bahwa komentar Janet seharusnya mendorong harga emas akibat adanya kekhawatiran tentang kondisi ekonomi dan harapan yang lebih rendah terhadap peningkatan suku bunga terjadi di Juli.

Harga emas telah dipengaruhi tanda-tanda jika The Fed? akan menaikkan suku bunganya tahun ini, karena logam tak memberikan imbal hasil apa-apa bagi investor dan harus berjuang untuk bersaing dengan aset hasil-bearing saat suku bunga naik.

“Di luar referendum dan reaksi emas untuk hasil, pasar emas harus kembali fokus,” tulis Steel.

Di saat harga emas turun menjelang referendum, kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terus berkembang. Aset naik untuk hari ke 16 berturut-turut menjadi 1,905.1 metrik ton pada hari Selasa, yang tercatat sebagai level tertinggi sejak Oktober 2013, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.