Volatilitas Dollar Jatuh Pada Spekulasi Fed Akan Tetap Tahan Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Ekspektasi untuk ayunan?perubahan harga dolar terhadap yen jatuh?ke rekor baru ditengahtanda-tanda pemulihan ekonomi AS?yang?tidak merata memicuspekulasi bahwa?Federal Reserve?akan tetap?mempertahankan suku bunga pada posisi terendah.

Greenback mengalami penurunan di kuartal ini dibandingkan dengan 16 mata uang utama?lainnya, sedangkan?yield dari?Treasury?bertenor?10-tahun?menuju posisi terendah di periode ini, sebelum data hari ini yang mungkin menunjukkan pertumbuhan penjualan rumah baruyang?melambat dan laporan?yang akan dirilis?besok yang mungkin?akanmenunjukkan penurunan bruto pada produk domestik?yang?lebih besar dari estimasi. Pound diperdagangkan di level?tertinggi 5,5 tahun?sebelum Gubernur Bank of England,?Mark Carney memberi kesaksian di depan anggota parlemen Inggris.

Dolar sedikit berubah pada ?101,89 ?pukul?08:19 di Tokyo,?menuju?penurunan?sebesar?1,3 persen?di?triwulan?ini.?Dollar diperdagangkan $ 1,3602 per euro dari?posisi sebelumnya?$ 1,3605 di New York dan telah naik 1,2 persen sejak 31 Maret?lalu. Mata uang? Eropa, eurodibeli ? 138,60 setelah melemah 0,1 persen menjadi ? 138,67 kemarin.

Pound sedikit berubah pada $ 1,7029 setelah menyentuh $ 1,7063 pada 19 Juni, tertinggi sejak Oktober 2008.

Volatilitas Tiga bulan?pada?dolar-yen berada di 5,75 persen setelah jatuh ke 5,715 persen, terendah?berdasarkan?data yang dikumpulkan oleh Bloomberg?sejak?Desember 1995.

Imbal hasil?obligasipemerintah AS jatuh sembilan poin sejak 31 Maret?ke?2,63 persen kemarin setelah penurunan 31 poin pada kuartal lalu. Itu akan menjadi penurunan berturut-turut pertama sejak enam bulan terakhir sajak September 2012. (vck)

Sumber: Bloomberg