Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III

6101360eb2c5eRIFAN FINANCINDO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021.

Mantan Menteri Perindustrian ini menyebut, kinerja ekonomi kuartal III 2021 akan sangat dipengaruhi oleh jumlah kasus Covid-19. Pasalnya, kegiatan masyarakat hanya bisa berlangsung bila kasus Covid-19 rendah.

“Kita melihat di kuartal III sebagai akibat merebaknya varian Delta, tingkat kasus aktif naik sehingga di kuartal III ini kita lihat pertumbuhan ekonomi akan terdampak,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021). Baca

Dia mengungkapkan, korelasi antara kasus aktif dan pertumbuhan ekonomi bisa dilihat pada kuartal II 2021. Di kuartal itu, pemulihan ekonomi terjadi lantaran kasus aktif Covid-19 hanya di kisaran 100.000 kasus. Sedangkan di kuartal III, kasus aktif meningkat mencapai 500.000 kasus.

“Kalau dilihat berdasarkan pengalaman kuartal II di mana kasus aktif di bawah 100.000, maka Pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh di angka 7,07 persen. Diharapkan bahwa angka di atas 500.000 ini dengan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah, maka bisa ditekan ke bawah,” ucap Airlangga.

Lebih lanjut dia mengungkap, pemerintah akan menekan penularan kasus Covid-19 di bawah 200.000 kasus. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021 bisa lebih digenjot.

Penekanan kasus Covid-19 dilakukan dengan menerapkan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 sejak 3 Juli 2021. Harapannya, pengetatan mobilitas ini bisa berdampak lebih baik dan menurunkan tingkat BOR rumah sakit.

“Kenaikan mobilitas bisa dilakukan pada saat kasus kesehatan ditekan rendah. Pada saat kasusnya naik maka kita lihat ada tekanan dari pertumbuhan ekonomi,” beber Airlangga.

Kemudian kata Airlangga, pemerintah masih memiliki harapan dengan bertumpu pada kinerja ekonomi di kuartal IV 2021. Anggaran pemulihan ekonomi nasional masih menjadi motor penggerak utama untuk mencapai hasil pertumbuhan ekonomi sesuai target.

Motor penggerak lainnya berasal dari investasi. Dia berharap pertumbuhan positif 7,07 persen di kuartal I 2021 dapat memicu ekspor dan mengembalikan investasi.

“Seperti dalam perencanaan, pemerintah melihat bahwa kuartal IV berpotensi meningkatkan keadaan kembali. Dan kita perkirakan di kuartal IV secara tahunan, karena punya tabungan di (kuartal II) 7,07 persen, maka diharapkan angka 3,7 – 4,5 persen (yoy) di akhir tahun bisa dicapai,” pungkas Airlangga.

 

Sumber : kompas