Vaksin Ini Ampuh Lawan Corona Delta

aptopix-virus-outbreak-britain-vaccine_169RIFAN FINANCINDO – Vaksin corona (Covid-19) AstraZeneca, dari produsen Inggris dilaporkan efektif melawan varian Delta yang ditemukan pertama kali di India.

Ini berdasarkan penelitian terbaru Universitas Oxford terhadap kemampuan antibody monoklonal dalam darah seseorang yang pulih dan dari mereka yang divaksin untuk menetralkan dua varian tersebut.

“Hasil studi Oxford dibangun berdasarkan analisis terbaru oleh Public Health England (PHE),” kata perusahaan merujuk badan di Inggris tersebut, ditulis Reuters, Rabu (23/6/2021).

Sebelumnya, PHE memang mengeluarkan hasil riset bahwa AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi, ke varian Delta. Vaksin memberikan 92% perlindungan ke penerimanya, dari risiko rawat inap ke rumah sakit akibat varian Delta.

Bukan hanya AstraZeneca, vaksin lain yakni Pfizer/BioNTech juga efektif 96% melindungi pasien dari kemungkinan rawat inap di rumah sakit akibat varian ini. Hal tersebut setelah disuntik dua dosis.

Indonesia sendiri telah menerima 6,7 juta dosis vaksin AstraZeneca. Pada 6 Juni lalu, RI kedatangan 313.100 dosis tambahan

Kedatangan vaksin AstraZeneca tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama pemerintah Indonesia sejak Oktober 2020, bersama Covid-19 Covax. Ini merupakan inisiatif global yang ditujukan untuk kesetaraan akses dalam mendapatkan vaksin Covid-19.

Covax melalui mekanisme Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI ) Covax telah memberikan jatah vaksin bagi Indonesia sebanyak 3%-20% dari total jumlah penduduk.

Sebagaimana diketahui selain AstraZeneca, RI juga menerima Sinovac. Di mana ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima dan 81,5 juta dosis dalam bentuk bahan baku.

Lalu bagaimana keampuhan Sinovac melawan Delta?

Melansir Global Times, perusahaan menilai vaksin mereka secara efektif meningkatkan antibodi untuk melawan efek berat dari paparan Covid-19 varian Delta. Klaim ini dibuat berdasarkanpenggunaan vaksin Sinovac di Indonesia.

Dalam pernyataannya mengomentari pemberitaan sejumlah media terkait corona di pekerja medis RI, Sinovac mengklaim bahwa vaksinnya mampu menahan gejala infeksi dan menahan angka kematian akibat paparan varian corona ini. Sebelumnya di Mei, Xinhua menulis Sinovac mengurangi risiko gejala corona hingga 94% pada tenaga medis RI sesuai data Kementerian Kesehatan.

“Vaksin tidak dapat memberikan perlindungan 100%, tetapi vaksin dapat mengurangi gejala infeksi dan secara efektif mencegah kematian,” sebut Sinovac.

Tak hanya dari temuan di Indonesia, temuan yang sama juga didapat dari penelitian di China. Ini dikatakan Seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Tongji Medical College di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Wei Sheng, dikutip dari laman yang sama.

“Dapat dilihat dari pengalaman pencegahan dan pengendalian epidemi di Guangzhou bahwa risiko penyakit parah sangat berkurang dibandingkan dengan mereka yang belum divaksinasi, yang pada gilirannya menunjukkan bahwa vaksin bersifat protektif,” katanya.

 

Sumber : cnbcindonesia