USD Alami Pelemahan, Akibat Aksi Ambil Untung

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menurun terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan New York pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah investor mengambil keuntungan dari kenaikan baru-baru ini.

Mengutip Antara, Kamis 11 Agustus, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, telah naik hampir 1,4 persen ke tertinggi dua minggu awal pekan ini, setelah laporan positif ketenagakerjaan AS mendorong ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Total penggajian (payroll) pekerja nonpertanian AS naik 255.000 pada Juli, mengalahkan perkiraan para ekonom naik 180.000, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,9 persen, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, Jumat lalu.

Penghasilan rata-rata per jam untuk semua pekerja meningkat delapan sen menjadi USD25,69, menyusul kenaikan dua sen pada Juni, menurut laporan tersebut. Para analis mengatakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini mengingat pasar tenaga kerja yang kuat.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dalam pertemuan Juli-nya, dan mengatakan bahwa risiko-risiko jangka pendek untuk prospek ekonomi telah berkurang. Dengan tidak adanya laporan ekonomi utama yang keluar, para investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang dipantau cermat pada akhir bulan ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1175 dari USD1,1111 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3012 dari USD1,2996 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik tipis menjadi USD0,7709 dari USD0,7664.

USD dibeli 101,28 yen Jepang, lebih rendah dari 101,81 yen pada sesi sebelumnya. USD jatuh menjadi 0,9754 franc Swiss dari 0,9819 franc Swiss, dan merosot menjadi 1,3061 dolar Kanada dari 1,3143 dolar Kanada.

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/

RIFANFINANCINDO