UKM Singapura Mulai Gerilya di Indonesia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Negara-negara di kawasan nampaknya sudah sangat matang mempersiapkan diri untuk memasuki era integrasi ekonomi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan efektif penghujung tahun ini. Bahkan, tak hanya pelaku usaha atau korporasi besar, pelaku mikro pun sudah mulai bergerilya melihat-lihat prospek bisnis yang bisa dikembangkan di Indonesia.

Staf Ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Destry Damayanti menerangkan, saat ini pelaku usaha mikro Singapura sudah banyak yang mulai menjajaki pelosok-pelosok negeri.

?Singapura itu sudah bawa masuk 30 pengusaha kecil mereka untuk stay di Nusa Tenggara Timur, untuk beberapa bulan. Mereka mencari peluang apa yang bisa dikembangkan ketika MEA berlangsung,? kata Destry, dalam Microfinance Forum 2015 di Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Lebih lanjut Destry mengatakan, usaha mereka tak sia-sia, setidaknya dari informasi yang didapatnya, usaha mikro Singapura tersebut meliht peluang yang bisa dikembangkan seperti rumput laut dan sapi.

Destry mengatakan, pemerintah Singapura menunjukkan dukungan serius untuk mendorong pelaku ekonomi di negaranya dalam menghadapi MEA 2015. ?Nah ini kita bagaimana?? ucap Destry.

Lebih lanjut Destry mengatakan, Indonesia saat ini baru memiliki jumlah wirausaha sebanyak 1,6 persen dari total populasi. Padahal umumnya negara berkembang memiliki jumlah wirausaha sebanyak 2 persen dari total populasi.

Menurut Destry, ada empat kunci untuk menumbuhkan wirausaha, yakni skill atau keterampilan dan bakat, iklim kondusif dan dukungan dari pemerintah. Selain itu, perlunya jiwa wirausaha, dan akses ke lembaga keuangan harus terjangkau.

Sumber : kompas.com