Tunggu The Fed, Wall Street Ditutup Mixed

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Bursa sahan Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir sedikit berubah pada volume yang cukup ringan. Di mana para pelaku pasar memperhatikan pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga akhir pekan ini.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/3/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,5 poin atau 0,1% ke level 20.881,48, Indeks S & P 500 naik 0,87 poin atau 0,04% ke level 2.373,47, dan Nasdaq Composite bertambah 14,06 poin atau 0,24% ke level 5.875,78.

Indeks S & P 500 diperdagangkan dalam kisaran cukup ketat tahun ini, masuk dan keluar dari sedikit kerugian, sementara indeks CBOE Volatilitas VIX berada di jalur untuk ditutup pada level terendah dalam lebih dari sepekan.

Saham Mobileye (MBLY.N) melonjak hampir 30% menjadi USD61,51 setelah perusahaan pembuat chip Intel (INTC.O) setuju untuk membeli perusahaan teknologi driverless sebesar USD15,3 miliar. Saham Mobileye ditutup naik 28,2% ke level USD60,62 dan Intel turun 2,1% menjadi USD35,16.

Investor memandang ke depan untuk pertemuan The Fed dua hari yang dimulai hari ini. Investor melihat adanya peluang hingga 94% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu.

“Selain Fed, saya tidak melihat apa-apa yang terjadi untuk membuat (investasi) keputusan,” kata Paul Mendelsohn, kepala strategi investasi di Windham Financial Services di Charlotte, Vermont.

Saham Nvidia (NVDA.O) naik 2,8% menjadi USD101,85 sementara saham Delphi Otomotif (DLPH.N) bertambah 4,0% menjadi USD80,20. Keduanya terlibat dalam pengembangan teknologi untuk mobil.

Setelah perdagangan ditutup, saham Valeant Pharmaceuticals (VRX.N) turun 9,3% menjadi USD10,98. Selama perdagangan reguler, saham Citrix Systems (CTXS.O) melonjak 6,8% menjadi USD84,93 setelah Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan cloud-jasa bekerja dengan penasihat untuk mencari potensi pelamar.

Saham Wynn Resorts (WYNN.O) naik 4,8% menjadi USD104,30 setelah Morgan Stanley menegaskan kembali “membeli” rating dan mengatakan perusahaan bisa mendapatkan pangsa pasar yang berarti di Macau. ( okezone.com )

Dolar AS Melemah di Tengah Data Ekonomi Positif

Kurs dolar AS berakhir lebih rendah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), meski data ekonomi Amerika Serikat positif.

Total penggajian pekerjaan non pertanian AS naik 235.000 pada Februari, jauh di atas konsensus pasar 188.000, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan pada Jumat (10/3). Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit berubah di 4,7% pada Februari.

Para analis mengatakan meski data pekerjaan mendukung spekulasi pasar untuk Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan ini, namun gagal mendukung greenback, karena kenaikan suku bunga Maret sudah diperhitungkan ke dalam dolar pada level saat ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,0658 dari USD1,0686 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2235 dari USD1,2171 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7578 dari USD0,7541.

Dolar AS dibeli 114,80 yen Jepang, lebih rendah dari 114,83 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS jatuh ke 1,0074 franc Swiss dari 1,0097 franc Swiss, dan turun tipis ke 1,3449 dolar Kanada dari 1,3462 dolar Kanada. ( okezone.com )