Tunggu Hasil The Fed, Wall Street Tertekan

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Wall Street bergerak mundur pada perdagangan Rabu waktu setempat. Melemahnya sektor material dan kesehatan menjadi salah satu pemicunya.

Pelemahan tersebut karena investor terus menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Saham-saham sektor kesehatan merosot 1,6 persen, penurunan terbesar sejak 24 Juni.

Reuters melansir, Wall Street diperdagangkan mendekati rekor, volume perdagangan telah di bawah rata-rata dalam beberapa sesi terakhir akibat musim laba perusahaan AS turun dan pedagang menghindari taruhan besar sampai gambaran yang lebih jelas tentang kebijakan moneter muncul.

Indeks Dow Jones turun 65,82 poin atau 0,35 persen ke 18.481,48, indeks S & P 500 melemah 11,46 poin atau 0,52 persen menjadi 2.175,44, dan Nasdaq Composite amblas 42,38 poin atau 0,81 persen ke 5.217,70.

Sebanyak 6,09 miliar lembar saham tercatat berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir sebanyak 6,26 miliar lembar saham.

Penurunan sektor kesehatan karena terseret pelemahan saham Mylan sebesar 5,4 persen ke USD43,15 akibat tekanan politik di dalam tubuh perusahaan, dari kenaikan harga untuk pengobatan alergi EpiPen.

Sementara sektor material turun 1,2 persen karena perusahaan-perusahaan besar seperti Newmont Mining dan Freeport-McMoRan mencatat kinerja terburuk di S & P 500, yakni kehilangan lebih dari tujuh persen.

Di sisi lain, pasar sedang menunggu pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat tentang arah kebijakan moneter.

Komentar hawkish terbaru dari beberapa pejabat Fed, termasuk Wakil Ketua Stanley Fischer, telah mengangkat harapan bahwa Yellen mungkin akan menaikkan suku bunga pada September.

Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada September berada pada level 18 persen, naik dari sebelumnya 12 persen pada akhir pekan lalu, menurut FedWatch CME Group. Kemungkinan kenaikan pada Desember sedikit lebih dari 50 persen.

( http://ekonomi.metrotvnews.com/ )

Dolar Menuju Gain Mingguan VS Yen Jelang Pidato The Fed

 

Dolar menuju kenaikan mingguan pertamanya terhadap yen di lebih dari sebulan terakit spekulasi Federal Reserve yang akan memperketat kebijakan di tahun ini, sementara nada sebaliknya dengan Bank of Japan yang akan melakukan pelonggaran kebijakan.

Greenback telah reli dari penurunan empat pekan setelah Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer akhir pekan lalu menjadi pejabat bank sentral terbaru yang menyatakan suku bunga bisa naik pada Desember sehingga memacu spekulasi Janet Yellen yang mungkin akan mengungkapkan pandangan serupa di Jackson Hole, Wyoming pada 26 Agustus.

Satu bulan volatilitas tersirat untuk dolar terhadap yen pada hari Rabu mencapai level tertinggi sejak Juli. Yen telah menguat terhadap sebagian besar rekan-rekan utama bulan ini setelah BOJ mengecewakan investor dengan meninggalkan dua kebijakan kunci yaitu pembelian obligasi dan suku bunga negatif untuk tidak berubah pada 29 Juli.

Mata uang AS tidak berubah pada ? 100,45 pada 10:02 di Tokyo, menuju kenaikan mingguan 0,2%. Ini sedikit berubah pada $ 1,1274 per euro.(Bloomberg)

PT RIFAN FINANCINDO