Tips Investasi Properti untuk Pemula

60ef0e862b6a5RIFAN FINANCINDO – Perencana Keuangan Finansialku, Shierly, CFP®, mengungkapkan bahwa properti memiliki berbagai macam fungsi dan tujuan, seperti untuk tempat tinggal, tempat usaha, jaminan, warisan, disewakan, bahkan untuk berinvestasi.

Berinvestasi di properti sering kali diasosiasikan dengan investasi mahal dan untuk orang kaya. Namun nyatanya, tidak ada salahnya Anda mulai mencoba bila ada modalnya, mengingat potensi keuntungan properti yang besar.

Misalnya, Anda membeli sebuah rumah yang fungsinya bukan hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset dan investasi.

Bila beberapa tahun lagi Anda hendak menjual rumah tersebut, pasti harganya akan jauh lebih tinggi dibandingkan saat membelinya. Naiknya harga properti bisa disebabkan oleh harga tanah yang kian meningkat setiap tahunnya.

Shierly menyebutkan, banyak keuntungan berinvestasi properti, di antaranya bisa dapat capital gain (selisih keuntungan harga jual dikurangi harga beli), dapat biaya sewa sebagai pendapatan pasif Anda, atau berguna juga sebagai hunian dan diwariskan.

Melihat berbagai potensial dari investasi properti, lalu bagaimana caranya saat ingin memulai sebagai pemula? Simak penjelasan berikut.

1. Ketahui tujuan investasi properti

Shierly mengatakan, sebelum membeli properti ada baiknya ketahui dulu tujuannya untuk apa. Hal ini berguna agar Anda bisa menempatkan posisi yang sesuai dalam menjalankan investasi Anda.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa fungsi properti sangat beragam, sehingga Anda harus mulai tentukan apakah properti yang Anda beli untuk dihuni, usaha, atau disewakan kembali kepada pihak lain.

“Kalau mau diinvestasikan di properti, itu artinya (mau) diinvestasikan dalam bentuk apa, misalnya disewakan berarti harus cari properti yang kemungkinan akan diminati oleh penyewa,” jelas Shierly.

2. Cari market yang diinginkan

Setelah mengetahui tujuannya, cari tahu juga soal market atau pasar yang Anda inginkan agar mendapatkan keuntungan yang berlipat dan meminimalisir kerugian yang ada.

Tambah Shierly, kalau tujuannya untuk rumah tinggal pribadi atau disewakan sebagai kontrakan, maka yang perlu diperhatikan adalah lokasinya strategis, jaraknya dekat dengan perkantoran atau sekolah, fasilitas publik tersedia di sekitar rumah, transportasi mudah, dan hal lainnya yang menyangkut biaya hidup.

Bila investasi dalam bentuk apartemen, maka Anda harus menentukan market-nya adalah karyawan, lokasinya di tengah kota, dekat dengan perkantoran, dekat dengan pusat perbelanjaan, olah raga, dan lainnya.

Sedangkan untuk usaha, tentukan dulu tujuan usahanya. Misalnya untuk usaha kuliner, maka cari lokasi yang dekat pusat keramaian atau perkantoran, lalu cari tempat dengan sirkulasi yang baik.

Shierly menyarankan untuk sesuaikan juga dengan selera atau segmentasi konsumennya. Berbeda jenis usaha, tentu akan berbeda pula kriteria propertinya.

3. Sering lakukan riset dan survei

“Sebenarnya properti itu fisiknya kelihatan, untuk investasi yang fisiknya kelihatan bisa (dengan) survei dan riset ke berbagai tempat. Yang aku perhatikan dari beberapa orang yang investasi properti, mereka banyak survei,” katanya.

Dalam menentukan properti yang cocok dengan tujuan dan market Anda, ada baiknya untuk jalan-jalan melihat hunian yang dijual.

Bila Anda sedang jalan-jalan ke perumahan dan melihat rumahnya dijual, Shierly menyarankan untuk tanyakan saja berapa harga jualnya dan apa saja yang akan didapat.

Bisa juga Anda browsing di internet ke banyak portal properti online, dan mencari harga rumah yang dijual di sekitar kota. Misalnya, luas rumah 100 m2 dijual dengan harga Rp2 miliar, maka harga per meternya adalah sekian juta rupiah.

Hal ini bisa berguna untuk menyiapkan modal yang sesuai ketika hendak membeli properti, atau menentukan harga yang cocok ketika diinvestasikan kembali.

Survei dan riset juga berguna agar Anda tahu kualitas bangunan yang bagus seperti apa, atau kalau direnovasi akan butuh dana berapa, dll.

“Kalau kita enggak mengerti, tanya pihak ketiga, ajak temen kita yang mengerti desain, arsitek, atau mungkin pertukangan. Jadi, harus banyak-banyak berteman dan harus banyak jalan-jalan berfaedah,” tambah Shierly.

4. Tentukan modal awalnya

Investasi properti tentu sangat berkaitan dengan modal, sehingga Anda harus tentukan dulu apakah ada modalnya atau tidak. Kalau sudah memiliki modal besar, Anda bisa langsung lakukan investasi yang besar-besaran dengan properti, baik untuk disewakan atau dijual.

Tetapi, bila Anda masih belum memiliki banyak modal, Shierly menyarankan untuk berinvestasi di skala yang kecil atau menengah.

Terakhir, bagi yang masih awam sekali dengan bidang ini juga bisa mulai dengan menjadi broker atau agen properti. “Jadi kita hanya menyalurkan seperti penjual aja tapi enggak pakai modal,” ungkapnya.

 

Sumber : kompas