Tingkat Kepercayaan Ekonomi Naik

bank-indonesiaRIFAN FINANCINDO – Kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia pada November 2019 mengalami peningkatan. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada November 2019 sebesar 124,2 atau meningkat dari bulan Oktober 2019 yang sebesar 118,4.

Berdasarkan hasil dari Survei Konsumen BI, optimisme konsumen pada bulan tersebut ditopang oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Hal ini terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) yang semula tercatat 104,8 pada bulan Oktober 2019, meningkat 4,5 poin menjadi 109,3 pada bulan November 2019.

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang membaik, disebabkan oleh optimismenya konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan saat ini, dan pembelian barang tahan lama.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja naik sebesar 5,1 poin dari 89,4 pada bulan Oktober 2019 menjadi 94,5 pada bulan November. Demikian juga dengan Indeks Penghasilan Saat Ini yang meningkat 4,5 poin dari 115,1 pada bulan sebelumnya menjadi 119,6 poin.

Serta Indeks Pembelian Barang Tahan Lama meningkat 3,8 poin dari bulan Oktober 2019 yang sebesar 109,8 menjadi 113,6.

Secara spasial, peningkatan IKE ini terjadi di 10 kota dengan kenaikan tertinggi terjadi di Medan, yaitu semula 89,4 pada bulan Oktober 2019, naik 18,1 poin menjadi 107,5 pada bulan November 2019.

Demikian juga Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang pada bulan sebelumnya tercatat 132, naik 7,1 poin menjadi 139,1. Ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi ke depan, baik pada kegiatan usaha, ketersediaan lapangan kerja, atau penghasilan yang akan diterima.

Indeks ekspektasi penghasilan meningkat sebesar 4,8 poin, yaitu dari 146,4 pada bulan Oktober 2019, menjadi 151,2 pada bulan November 2019. Kenaikan juga terjadi pada Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja, yaitu yang pada bulan sebelumnya sebesar 118,9, naik 7,8 poin menjadi 126,7 pada bulan November tahun ini.

Peningkatan tertinggi pun terjadi pada Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha yang naik pesat sebesar 8,7 poin dari 130,8 pada bulan Oktober 2019 menjadi 139,5 pada November 2019.

Secara spasial, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi yang akan datang terlihat di 12 kota, dengan kenaikan IEK tertinggi di Denpasar, yaitu naik 16,2 poin dari bulan Oktober 2019 yang sebesar 120,1 menjadi 136,2 pada bulan November 2019.

Berdasarkan kategori responden, peningkatan IKK pada November 2019 terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran responden. Peningkatan optimisme tertinggi terjadi pada responden dengan pengeluaran Rp 2,1 juta – Rp 3 juta per bulan, yaitu dari 118,2 pada bulan Oktober 2019, naik 7,3 poin menjadi 125,5 pada bulan November 2019.

Sementara dari sisi usia, IKK mengalami peningkatan pada hampir seluruh kategori usia responden. Namun, peningkatan terbesar ada pada responden yang berusia 41 tahun – 50 tahun, yaitu dari 102,7 pada Oktober 2019, naik 12,9 poin menjadi 115,6.

Dari hasil survei tersebut juga terlihat tekanan kenaikan harga dalam 3 bulan mendatang diperkirakan akan melambat. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga 3 bulan mendatang yang menurun bila dibandingkan dengan tekanan harga pada bulan sebelumnya.

Sementara tekanan kenaikan harga diperkirakan akan sedikit meningkat pada 6 bulan mendatang. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan mendatang yang lebih tinggi dari indeks pada bulan sebelumnya Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan barang dan jasa pada periode bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

 

Sumber : kontan