The Fed Belum akan Dongkrak Suku Bunga, Wall Street Menguat

Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal) RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga Minyak diprediksi terus tertekan hingga tembus ke level US$ 15 pada akhir 2015. Pasokan minyak makin cepat bertambah ditambah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) mempengaruhi harga minyak.

Dennis Gartman, Raja Komoditas dunia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan CNBC, yang ditulis Minggu (22/3/2015).

“Selama berbulan-bulan saya telah mengatakan kalau harga minyak mentah menuju ke level terendah. Saya tidak akan terkejut jika minyak turun ke level US$ 15 per barel,” ujar Gartman.

Harga minyak turun lebih dari 50 persen hingga ke level di atas US$ 40 per barel. Pelaku pasar berharap ekonomi membaik di AS dan Eropa dapat mengangkat harga minyak.

Pada awal Februari, harga minyak sempat reli, dan akhir turun ke posisi terendah. Menurut Gartman, terlalu banyak pasokan minyak mempengaruhi persaingan. Meski demikian, dia mengharapkan harga minyak dapat kembali naik, tetapi belum tahu hingga kapan kenaikan harga minyak tersebut.

Seperti diketahui, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik US$ 1,76 atau 4 persen menjadi US$ 45,72 per barel di New York Mercantile Exchange pada akhir pekan ini, kenaikan harian terbesar sejak 12 Februari.

Harga minyak naik 2 persen pada minggu ini, gerakan empat minggu beruntun. Sementara kontrak minyak untuk pengiriman Mei yang lebih aktif diperdagangkan ditutup naik US$ 1,04 atau 2,3 persen menjadi US$ 46,57 per barel. Brent, yang jadi patokan global, naik US$ 89 sen atau 1,6 persen menjadi US$ 55,32 per barel di ICE Futures Europe, mencatat kenaikan mingguan 0,6 persen. (Ahm/)

Sumber : u.msn.com