Terbebani Faktor Ini, Pasar Saham Asia Anjlok

Terbebani Faktor Ini, Pasar Saham Asia AnjlokRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pasar saham Asia mengawali sesi perdagangan, Rabu 24 Februari 2016, dengan pergerakan melemah tajam. Hal itu, terpengaruh sentimen negatif aksi jual saham di bursa Wall Street tadi malam.

Seperti diberitakan CNBC, bursa Wall Street terkoreksi, karena pupusnya harapan pengurangan jumlah produksi minyak mentah.
Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini tergelincir 1,3 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini anjlok pada beberapa menit pertama pembukaan perdagangan.
Nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat, melemah 0,17 persen pada perdagangan pukul 08.02 waktu Singapura, atau Hong Kong.
Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney, melemah 1,59 persen. Penurunan indeks patokan pasar saham Australia ini dipicu oleh memerahnya sebagian besar sektor.
Saham sektor finansial turun 1,36 persen, sektor energi turun 2,15 persen, dan saham sektor bahan material kehilangan 2,51 persen.
Investor menyoroti pernyataan Menteri Minyak Arab Saudi, Ali Ibrahim Naimi, yang memupus harapan pemotongan produksi minyak mentah untuk mengatasi banjirnya pasokan minyak di pasar global.
Pekan lalu, Arab Saudi, Rusia, Qatar, dan Venezuela, mengusulkan pembekuan produksi minyak, jika produsen lain juga melakukan hal yang sama. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan, kesepakatan terkait hal itu harus dirampungkan pada 1 Maret 2016 mendatang.
Namun, Menteri Minyak Iran, Bijan Zangeneh, mengatakan rencana kesepakatan pembekuan jumlah produksi minyak mentah antara Arab Saudi dan Rusia adalah sebuah ‘lelucon’. (asp)
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id