Tag Archives: Rifanfinancindo

Harga Minyak Dunia Tergelincir

RIFANFINANCINDO – Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (5/1), waktu Amerika Serikat. Penurunan harga disebabkan oleh lonjakan produksi minyak AS seiring dengan pelemahan permintaan produk hasil penyulingan. “Penurunan permintaan terjadi saat liburan. Ditambah dengan kembalinya produksi minyak AS, membantu untuk menahan penguatan harga baru-baru ini,” tutur John Kilduff dari Again Capital, seperti dilansir Reuters, Senin (8/1). Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediaries (WTI) turun US$0,57 menjadi US$61,44 per barel. Satu hari sebelumnya, harga WTI

Liburan, Jumlah Penumpang Pesawat Naik 6 Persen

RIFANFINANCINDO – Jumlah penumpang pesawat pada Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 hingga 2 Januari mengalami peningkatan 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2017. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, jumlah penumpang pesawat total dari 18 Desember 2017 (H-7) sampai dengan 2 Januari 2018 (H+1) tercatat 5,3 juta orang atau meningkat 6 persen dibandingkan periode sama 2016/2017 yang tercatat 5 juta orang. “Untuk penumpang domestik pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini dari

Harga Minyak Terkerek Kokohnya Impor China

RIFANFINANCINDO – Harga minyak dunia terkerek pada perdagangan Kamis (28/12) waktu Amerika Serikat (AS), mendekati level tertingginya dalam dua setengah tahun terakhir. Data menunjukkan kuatnya permintaan impor minyak mentah dari China serta meningkatnya aktivitas kilang di AS, menjadi pemicunya. Di sisi lain, aktivitas perdagangan relatif tipis pada akhir tahun mengingat banyak pelaku yang berlibur. Dilansir dari Reuters, Jumat (29/12), harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik US$0,2 menjadi US$59,84 per barel. Kenaikan juga terjadi pada hanya minyak

Sambut Libur Panjang, Bursa Asia Menguat Tipis

RIFANFINANCINDO – Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Jumat pekan ini. Penguatan bursa saham di kawasan Asia ini mengikuti Wall Street yang melambung karena optimisme reformasi perpajakan. Mengutip CNBC, Jumat (22/12/2017), Indeks Nikkei 225 Jepang menguat tipis meskipun saham-saham di sektor otomotif tertekan. Toyota melemah 0,6 persen dan Honda turun 0,67 persen. Saham Kobe Steel juga melemah 1,32 persen setelah perusahaan mengakui bahwa ada tiga eksekutif senior mereka yang mengetahui adanya pemalsuan data yang terjadi di perusahaan tersebut. Produsen baja

« Older Entries