Tag Archives: Rifanfinancindo

Penguatan Dolar Tekan Harga Minyak Dunia

RIFANFINANCINDO – Harga minyak dunia merosot pada penutupan perdagangan Senin (20/11) waktu Amerika Serikat, melanjutkan pelemahan yang terjadi menjelang pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada pekan depan. Pelemahan tersebut disebabkan Harga minyak mentah Brent berjangka LCOc1 turun 84 sen atau 1,4 sen menjadi US$61,86, sedangkan harga minyak mentah West Coast Intermediate (WTI) berjangka AS turun 70 sen atau 1,2 persen menjadi U$ 55,85 per barel. Harga minyak mentah AS mengalami tekanan selama dua minggu terakhir dan telah

Produksi AS Tekan Harga Minyak Dunia

RIFANFINANCINDO – Harga minyak mentah dunia kembali turun pada penutupan perdagangan Rabu (15/11), terpukul kekhawatiran peningkatan produksi minyak Amerika Serikat (AS) seperti yang dilaporkan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA). Dikutip dari Reuters, Kamis (16/11), harga minyak mentah Brent turun US$0,19 per barel atau sekitar 1,5 persen menjadi US$62,02 per barel. Sementara, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun US$0,32 per barel atau sekitar 0,57 persen menjadi US$55,42 per barel. Berdasarkan data IEA, produksi minyak mentah AS meningkat

Akibat Korupsi, Arab Saudi Rugi Rp 1.353 Triliun

RIFANFINANCINDO – Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan keputusan Raja Arab Saudi yang menangkap dan memecat sejumlah petinggi kerajaan. Sebanyak 11 pangeran dan puluhan menteri ditahan karena tudingan melakukan praktik korupsi serta penyelewengan kekuasaan. Dilansir dari CNN Money, Minggu (12/11/2017), praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat dan petinggi kerajaan itu ternyata memberikan kerugian yang tidak sedikit. Jaksa Agung Arab Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb, mengestimasi negara telah dirugikan US$ 100 miliar atau Rp 1.353 triliun (asumsi kurs Rp 13.535 per

Harga Minyak Terkerek Tensi Politik Arab Saudi

RIFANFINANCINDO – Harga minyak dunia naik hampir satu persen pada penutupan perdagangan Kamis (9/11) waktu setempat. Kenaikan tersebut didukung oleh penurunan pasokan oleh eksportir utama minyak, serta berlanjutnya kekhawatiran tentang perkembangan politik di Arab Saudi. Minyak mentah Brent LCOc1 ditutup naik 44 sen atau 0,7 persen menjadi US$ 63,93 per barel. Angka tersebut, mendekati level tertinggi selama perdagangan hari ini di US$ 64,65, yang merupakan yang tertinggi sejak Juni 2015. Sementara itu, minyak mentah mentah AS CLc1 naik 46 sen

« Older Entries