Tag Archives: Rifan Financindo

BI Perkuat Aturan Anti Pencucian Uang

RIFAN FINANCINDO – Bank Indonesia (BI) memperkuat ketentuan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Hal tersebut dilakukan melalui penerbitan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/10/PBI/2017 tentang Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran Selain Bank dan Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank yang berlaku 11 September 2017. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eni V Panggabean mengatakan, dengan ketentuan yang baru, penerapan peraturan bagi penyelenggara Kegiatan Usaha

Bursa Global Tenang, IHSG Diprediksi Menghijau

RIFANFINANCINDO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada hari ini, Rabu (12/9), didukung oleh beberapa sentimen positif dari sisi makro global dan masih meningkatnya minat beli pelaku pasar. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyebut, harapan akan kenaikan lanjutan dari akhir pekan kemarin masih dapat terwujud di awal pekan ini. Pelaku pasar masih kembali melakukan aksi belinya. “Kali ini secara tidak terduga, kenaikan IHSG banyak ditopang oleh saham-saham properti terutama dari sub bidang konstruksi yang banyak mengalami kenaikan,”

10 Biaya Apabila Tinggal di Apartemen

RIFAN FINANCINDO – Harga hunian yang semakin mahal terutama untuk jenis rumah tapak yang tidak jauh dari pusat kota, turut mendorong kemunculan alternatif hunian yang lebih terjangkau. Kehadiran apartemen yang ditawarkan dengan konsep terintegrasi dengan sistem transportasi publik, akhir-akhir ini banyak dilirik orang. Tinggal di apartemen selain citra kepraktisan, juga karena harga unit apartemen masih memungkinkan keterjangkauannya untuk lokasi yang tidak terlalu pinggiran. Namun, walau mungkin lebih terjangkau dan terkesan lebih praktis, tinggal di apartemen memiliki banyak perbedaan yang besar

Potensi Pajak e-Commerce Masuk APBNP 2017

RIFAN FINANCINDO – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengungkapkan telah memasukkan potensi penerimaan pajak dari perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017. Padahal, aturan main soal pajak e-commerce ditargetkan baru kelar pada September atau paling lambat akhir tahun ini. Sebab, masih ada pertimbangan pungutan pajak yang diharmonisasikan dengan ketentuan pajak internasional. Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan, potensi tersebut telah dimasukkan dalam APBNP 2017 lantaran sejumlah pelaku e-commerce

« Older Entries Recent Entries »