Surplus Minyak akan Berlangsung Lebih Lama

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Minyak turun seiring Badan Energi Internasional mengubah pandangan terhadap surplus stok global, melihat surplus akan bertahan dalam 2017.

Futures turun 2,7 persen di New York setelah naik 0,9 persen pada hari Senin. Surplus minyak akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya seiring merosotnya pertumbuhan permintaan dan stok menunjukkan penguatannya, IEA mengatakan dalam laporan bulanan. Stok minyak mentah AS mungkin meningkat sebesar 4 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration Rabu.

Minyak telah berfluktuasi sejak reli pada bulan Agustus di tengah spekulasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Rusia akan menyepakati langkah-langkah untuk menstabilkan pasar pada pertemuan akhir bulan ini. Semua solusi menjadi mungkin, Menteri Energi Aljazair, Jumat ketika ditanya apakah para produsen bisa meningkatkan produksi dalam skema pembekuan. Kenaikan produksi dari OPEC telah mengimbangi efek dari penurunan stok di tempat lain, mempertahankan kelebihan stok yang sudah terjadi, kata IEA.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober kehilangan sebanyak $ 1,25 ke level $ 45,04 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 45,26 pada pukul 13:04 waktu London. Kontrak tersebut naik 41 sen dan ditutup di level $ 46,29 pada hari Senin. Total volume perdagangan Selasa yakni sekitar 4 persen di atas rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman November turun $ 1.14 ke $ 47,18 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, dan diperdagangkan pada premium $ 1,60 untuk WTI bulan yang sama. Minyak mentah acuan global ini naik 31 sen ke level $ 48,32 pada hari Senin.

Minyak Berjangka Menandai Penutupan Terendah Dalam Sepekan

Harga minyak ditutup di level terendah dalam sepekan pada hari Selasa setelah data bulanan dari Badan Energi Internasional mengangkat kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan minyak-permintaan global.

Trader juga menunggu data mingguan terbaru mengenai persediaan minyak mentah AS, yang diharapkan untuk mengungkapkan kenaikan setelah penurunan yang signifikan dilaporkan pekan lalu. Minyak mentah WTI Oktober jatuh $ 1,39, atau 3%, untuk menetap di level $ 44,90 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sumber : Blommberg

PT RIFAN FINANCINDO