Suku Bunga AS Berpeluang Naik September

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Anggota berpengaruh dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed membuka spekulasi seputar kelanjutan kenaikan suku bunga acuan AS (Fed rate) pada September mendatang. Meski begitu semuanya masih tergantung data ekonomi, kemungkinan kenaikan suku bunga berpotensi diputuskan dalam pertemuan berikutnya.

“Kami dalam posisi yang lebih dekat menuju titik poin, dimana apabila sesuai dengan perkiraan saya untuk kelanjutan kenaikan suku bunga acuan,” ucap Presiden Bank Sentral New York William Dudley.

Lebih lanjut dia menerangkan setidaknya The Fed mempunyai tiga pertemuan tersisa di 2016 dan diharapkan dapat kembali menaikkan suku bunga untuk sekali lagi. Data ekonomi yang dikeluarkan sebelumnya menunjukkan pergerakan variatif ekonomi AS.

Departemen tenaga kerja AS melaporkan inflasi hanya 0,2% pada bulan Juli, atau di level yang sama seperti dua bulan sebelumnya. Termasuk makanan dan energi, mengalami kenaikan hanya sebesar 0,1% dimana melambat sejak Maret.

Fed mengatakan inflasi adalah metrik utama untuk menentukan apakah saat ini layak untuk menaikkan suku bunga. Target inflasi selama beberapa tahun telah ditetapkan pada level 2%, tetapi berdasarkan pengukuran tahunan telah terjebak di posisi 1,6% sejak Maret.

Inflasi pada posisi rendah telah menjadi alasan Fed untuk menunda menaikkan suku bunga, meskipun terlihat perbaikan pada sektor tenaga kerja dan bidang ekonomi lainnua. Dudley menerangkan Bank Sentral AS masih harus melihat perkembangan yang mendukung bagi perekonomian dan bagaimana pergerakan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Data lainnya yang diumumkan kemarin memperlihatkan gambaran positif ekonomi AS. Pembangunan rumah baru pada Juli meningkat dalam laju tercepat hampir selama satu tahun untuk meningkatkan harapan pertumbuhan ekonomi yang membaik di kuartal ketiga.

Departemen Perdagangan mengatakan sektor perumahan mulai naik 2,1% dari Juni untuk laju tahunan 1,21 juta unit, atau jadi lompatan terkuat sejak Juni 2015. Peningkatan muncul dipimpin pertumbuhan apartemen di daerah Timur Laut.

Kekuatan pasar juga mendapatkan sinyal dari kenaikan industri sebesar 0,7 untuk melampaui ekspektasi analis. “Sektor perumahan dan kinerja industri mulai menguat untuk meningkatkan kepercayaan Fed bahwa ini bisa jadi momentum pertumbuhan telah pulih. Kondisi ini berpotensi mendukung kenaikan jangka pendek. Namun dengan inflasi terus turun, dalam kasus ini kita harus berhati-hati untuk tetap kuat,” tegas Wakil Kepala Ekonomi TD Securities Millan Mulraine.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com

RIFANFINANCINDO