Spekulasi Pembatasan Output Beraduk, Minyak Pertahankan Penurunan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak memperpanjang penurunan dari level tertinggi dalam lebih dari empat bulan seiring berputar-putarnya spekulasi kemungkinan hasil dari pertemuan para pemasok utama untuk membahas hasil pembekuan. Data industri AS menunjukkan stok minyak mentah bertambah pekan lalu.

Futures turun sebanyak 2,1 persen di New York setelah naik 13 persen pada tiga sesi sebelumnya. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh tidak akan menghadiri pertemuan produsen di Doha pada 17 April nanti dan sebagai gantinya akan mengirim perwakilan, reporter Seda Reza Zandi mengatakan dalam sebuah posting Twitter. Sekretaris pers Kremlin Dmitry Peskov mengatakan ia masih melihat harapan dalam kesepakatan pembatasan produksi terlepas dari posisi Iran, menyusul pembicaraan antara Menteri Energi Rusia Alexander Novak dan rekan Saudi nya.

Stok AS naik 6,2 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan dalam laporan. Data pemerintah Rabu diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 1 juta barel, menjaga stok tetap berada di dekat level tertinggi sejak 1930.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun sebanyak 90 sen ke level $ 41,27 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 41,35 pada pukul 02:46 siang waktu Singapura. Kontrak tersebut naik $ 1,81 ke level $ 42,17 pada hari Selasa, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 25November. Jumlah volume yang diperdagangkan yakni sekitar 9 persen di atas 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Juni kehilangan 90 sen, atau 2 persen, ke level $ 43,79 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini berada pada premium $ 1,23 untuk WTI Juni. (sdm)

Sumber: bloomberg