Spekulasi Bunga AS Membuat Emas tak Bertenaga

 Rifan Financindo

Rifan Financindo

RIFAN FINANCINDO – Harga emas dunia kembali tergerus. Spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed masih akan membayangi harga si kuning hingga akhir bulan ini.

Per pukul 17.45 WIB kemarin (23/8), harga emas kontrak pengiriman Desember 2016 di Commodity Exchange turun tipis 0,03% jadi US$ 1.342,90 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Sedang selama sepekan terakhir, harga emas sudah merosot 1,03%.

Analis Cerdas Indonesia Berjangka Suluh Adil Wicaksono menjelaskan, spekulasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat setelah pejabat The Fed mengeluarkan pernyataan hawkish yang mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga di Desember meningkat dari 36% jadi 53% awal bulan ini. “Tetapi ketidakpastian masih tinggi dan sepertinya baru akan terjawab ketika Gubernur The Fed Janet Yellen berpidato akhir pekan nanti,” ujar Suluh.

Suku bunga yang lebih tinggi menggerus daya tarik emas. Menurut analis SoeGee Futures Alwy Assegaf, pergerakan harga emas makin sempit dan terbatas. Tidak banyak faktor di pasar global yang bisa jadi pendongkrak harga. Apalagi harga emas sangat rentan terhadap pergerakan dollar AS.

Tapi hari ini harga emas berpeluang menguat terbatas. Selain faktor teknikal, rilis data ekonomi AS bisa jadi pemicu. Data penjualan rumah baru AS dan indeks aktivitas manufaktur di Richmond AS diprediksi merosot. Jika benar, USD bisa terkoreksi.

Fokus ke FOMC Pergerakan harga emas selanjutnya akan dipengaruhi pidato Yellen akhir pekan ini. Jika Yellen mengindikasikan suku bunga ditahan, Suluh menduga harga emas naik ke atas US$ 1.350 per ons troi. Kemungkinan suku bunga The Fed ditahan tahun ini cukup besar.

Maklum, tingkat pengangguran masih tinggi, di kisaran 4,9%. Apalagi, AS akan menggelar pemilihan Presiden pada November. “The Fed tidak berani membuat kebijakan signifikan walau hanya menaikkan suku bunga 25 basis poin,” ujar Suluh.

Ia memprediksi, emas akan menguat ke US$ 1.367 per ons troi hingga bulan September. Tetapi jika Yellen memberi sinyal kenaikan suku bunga, harga emas berisiko tertekan. Tetapi tekanan harga tidak akan sampai ke bawah US$ 1.330 per ons troi.

Alwy menghitung hingga September nanti harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.310-US$ 1.375 per ons troi. “Fokusnya tetap seputar kebijakan The Fed sampai akhir bulan, belum ada katalis lainnya,” ujar Alwy.

Secara teknikal, Alwy melihat harga saat ini masih di bawah moving average (MA) 50 namun sudah di atas MA 55, sehingga koreksi kian terbatas. MACD berada di area positif berpola uptrend. Namun stochastic masih membentuk pola bearish cross over yang mendukung koreksi lanjutan.

Alwy memprediksi harga emas bergerak di kisaran US$ 1.329-US$ 1.355 hari ini dan US$ 1.313-US$ 1.367 per ons troi ke depan. Sedang Suluh memprediksi harga emas hari ini naik di kisaran US$ 1.338-US$ 1.345 per ons troi.

sumber : http://investasi.kontan.co.id

RIFAN FINANCINDO