Sikap Trump Tekan Harga Minyak Dunia

kilang minyakRIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah dunia turun hampir 2 persen pada perdagangan Rabu (8/10) waktu AS. Sentimen muncul dari Presiden AS Donald Trump menarik diri dari negosiasi paket stimulus ekonomi tahap kedua bagi masyarakat Negeri Paman Sam.

Dilansir dari Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun 66 atau 1,6 persen menjadi US$41,99 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November anjlok 72 sen atau 1,8 persen menjadi US$39,95 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengaku ragu terhadap kesepakatan paket stimulus ekonomi tahap dua. Sebab, Trump secara perlahan menarik diri.

“Trump menarik diri dari negosiasi bantuan menghasilkan banyak ketidakpastian tentang ekonomi,” kata Kepala Penelitian Komoditas BNP Paribas Harry Tchilinguirian.

Di sisi lain, ada sentimen peningkatan stok minyak mentah AS sekitar 501 ribu barel pada pekan lalu atau lebih tinggi dari ekspektasi analis pasar sekitar 294 ribu barel. Sementara stok bensin turun 1,4 juta barel menjadi 226,8 juta barel dalam sepekan dan mencatat rekor terendah sejak November 2019 sekitar 471 ribu barel.

“Kami melihat peningkatan yang kuat dalam permintaan produk-produk olahan,” kata Mitra Again Capital LLC di New York John Kilduff.

Kendati begitu ada potensi penurunan produksi dan stok minyak ke depan akibat Badai Delta yang berdampak pada aktivitas perusahaan-perusahaan minyak di Teluk Meksiko. Badai menutup sekitar 29 persen produksi minyak di kawasan itu, di mana hasil produksi biasanya menyumbang sekitar 17 persen dari total produksi minyak mentah AS.

Selain itu, serikat pekerja Lederne di Norwegia tengah menggelar aksi mogok akibat belum ada kesepakatan upah. Hal ini membuat enam ladang minyak dan gas lepas pantai ditutup dan akan memotong kapasitas produksi Norwegia sekitar 8 persen.

Bahkan, produksi diperkirakan bakal terhenti sampai 14 Oktober 2020. Padahal, ladang minyak Johan Sverdrup Norwegia merupakan yang terbesar dengan kapasitas produksi mencapai 470 ribu barel per hari.

 

Sumber : cnnindonesia