Sidang Impeachment Presiden AS

TrumpRIFAN FINANCINDO – Presiden AS Donald Trump berhasil menorehkan rekor baru kepresidenan untuk kegiatan di platform media sosial favoritnya pada Rabu (22/1/2020). Dia men-tweet dan me-retweet lebih dari 140 kali tentang sidang impeachment Senat, Demokrat yang ingin melengserkannya dan banyak lagi.

Pada pukul 16.25 (Waktu wilayah timur), Trump telah melampaui postingan twitter sebelumnya mencapai 123 tweet yang dia raih beberapa bulan sebelumnya. Angka tersebut didapat dari Factba.se, sebuah layanan yang mengumpulkan dan menganalisis data tentang kepresidenan Trump.

Rekor Trump sebelumnya untuk tweet selama satu hari sejak dirinya berkantor di Gedung Putih adalah pada 12 Desember 2019. Ini merupakan hari di mana Komite Kehakiman DPR AS membuka sesi maratonnya untuk menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden.

Masih menurut Factba.se, Trump mencatat rekor sepanjang masa untuk tweet dalam sehari sebelum ia menjadi presiden, dengan 161 posting-an pada Januari 2015. Sebagian besar tweet yang ia tulis pada hari itu didedikasikan untuk menyambungkan acara reality show-nya.

Trump, yang memulai harinya di Davos, Swiss, di mana ia menghadiri World Economic Forum, memulai pagi dengan menuliskan 41 tweet antara jam 12 pagi dan 1 pagi, atau setiap 88 detik.

Ketika persidangan Senat dimulai, Trump menuliskan tweet tentang kesepakatan perdagangan baru-baru ini dengan China dan memuji Presiden Xi Jinping sebagai “orang yang benar-benar mencintai negaranya”.

Sebagian besar postingannya kepada lebih dari 71 juta pengikutnya adalah retweet pesan, video dan gambar dari anggota parlemen dari Partai Republik dan pendukung lainnya yang mengecam Demokrat karena persidangan impeachment.

Pada akhir Rabu sore, saat dalam perjalanan pulang dari Davos dengan Air Force One, tweet Trump hampir mencapai rekor sepanjang masa di tahun 2015.

Rentetan tweetnya penuh kemarahan, di mana ia mengecam Anggota Kongres Adam Schiff, salah satu manajer pemakzulan DPR Demokrat, dan melakukan retweet gambar provokatif yang diposting oleh direktur media sosial Gedung Putih Dan Scavino yang menunjukkan Trump berjalan di depan adegan berapi yang dimaksudkan untuk melambangkan adanya upaya pembakaran dari dalam negeri.

Kicauan itu diposting ketika Demokrat mulai menguraikan kasus pemakzulan Trump secara terperinci, dengan menuduhnya melakukan kecurangan agar dapat terpilih kembali pada pemilu presiden AS pada November mendatang. Trump dituduh menahan bantuan militer untuk Ukraina dengan tujuan menekan mitranya dari Ukraina untuk mengumumkan penyelidikan terhadap calon presiden asal Demokrat, Joe Biden.

Partai Republik, yang memiliki lebih unggul anggotanya dengan perbandingan 53:47 di Senat, menunjukkan mereka tidak akan melakukan tuntutan untuk pemakzulan Trump.

Para senator AS dilarang memegang ponsel dan komputer mereka saat sidang – yang berarti mereka merindukan rentetan tweet Trump secara real time.

“Kita semua menggunakan detoksifikasi digital,” kata Senator Demokrat Amy Klobuchar. “Itu berarti orang benar-benar harus saling memandang alih-alih menatap ponsel mereka.”

Aturan ini dimaksudkan untuk menjaga anggota majelis yang berjumlah 100 orang untuk fokus pada tugas penting yang ada.

Anggota senat dari kedua partai, termasuk empat senator Demokrat yang mencalonkan diri sebagai presiden, mengandalkan staf mereka untuk menjalin komunikasi dengan pemilih, konstituen dan lainnya di luar majelis.

Seorang analis politik CNN bertanya apakah tweet dari Senator Republik Ted Cruz menandakan ia telah menyelundupkan teleponnya saat sidang? Pertanyaan itu mendapatkan jawaban bahwa staf-nya lah yang mengeluarkan pesan-pesan itu.

Dan setidaknya delapan senator dilaporkan mengenakan Jam Tangan Apple ke pengadilan impeachment, pelanggaran aturan senat, Roll Call melaporkan.

Sumber : kontan