Setelah Anjlok di Bawah 30 Dollar AS per Barel, Harga Minyak Kembali Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga kontrak minyak dunia kembali naik sebelum dirilisnya data cadangan minyak mingguan AS, Selasa (9/2/2016).

Mengutip data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Maret naik sebesar 61 sen menjadi 30,30 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Pada pukul 08.45 waktu Hong Kong, harga kontrak yang sama berada di level 30,16 dollar AS per barel.

Pada Senin (8/2/2016), harga kontrak minyak tertekan hingga 1,20 dollar AS menjadi 29,69 dollar AS sebarel. Ini merupakan kontraksi pertama harga minyak di bawah 30 dollar AS sejak 2 Februari lalu.

Berdasarkan hasil survei Bloomberg, cadangan minyak AS kemungkinan akan naik sebesar 3,2 juta barel pada pekan lalu. Data resmi mengenai cadangan minyak ini akan dirilis Energy Information Administration pada Rabu besok.

“Saat ini merupakan waktu yang volatil dan sulit bagi minyak. Pasar akan terus mengalami kelebihan suplai dalam beberapa bulan ke depan. Ada faktor Iran dan belum ada pemangkasan produksi yang signifikan di AS. Cadangan minyak sangat tinggi, yang artinya minyak masih akan terus tertekan,” papar Ric Spooner, chief analyst CMC Markets di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran April turun 1,18 dollar AS atau 3,5 persen menjadi 32,88 dollar AS per barel di ICE Futures Europe exchange. (Barratut Taqiyyah)

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com