Sentimen Spekulasi Kenaikan Data Pekerjaan, Dollar Tahan Gain

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dollar tahan gain terhadap mayoritas mata uang lainnya sejak kemarin setelah rilis data pekerjaan dari swasta yang lebih tinggi dari pekriraan sebelumnya telah mendorong optimisme bahwa rilis data hari ini daftar gaji sektor non pertanian akan menunjukkan bahwa ekonomi AS sedang berada pada alur kenaikan.

Euro menahan gain selama 3 hari ini terhadap yen akibat para investor menunggu petunjuk terkait kebijakan ECB (European Central Bank) berikutnya ketika Presiden Mario Draghi berpidato hari ini. Sementara Dollar Australia turun dari level 8 bulan tertingginya menjelang pidato hari ini dari Gubernur Reserve Bank Glenn Stevens dan menjelang rilis laporan yang diperkirakan oleh para ekonom sebelumnya akan menunjukkan penjualan ritel Mei lalu stagnan.

Dollar AS berada pada level 101.79 yen pukul 8:37 pagi waktu Tokyo sejak kemarin, ketika berada pada level 101.85, merupakan level tertinggi sejak 26 Juni lalu. Dollar berada pada level $1.3657 per euro dari level penutupan $1.3660 di New York, telah naik sebesar 0.2% pada 2 sesi sebelumnya. Euro dibeli pada level 139.02 yen dari level kemarin 139.01, naik 0.4% sejak 27 Juni lalu.

Dollar Australia berada pada level 94.34 sen AS sejak kemarin, ketika turun sebesar 0.6%. Tanggal 1 Juli lalu mencapai level 95.05, level tertinggi sejak 7 November tahun lalu.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang mencatat Dollar AS terhadap 10 mata uang lainnya, berada pada level 1,005.04 setelah kemarin naik sebesar 0.3% ke level 1,005.15. (bgs)

Sumber : Bloomberg