Semakin Pink Flamingo, Makin Agresif

1651061san-diego-1-flamingo780x390RIFAN FINANCINDO – Semakin cerah warna merah muda atau pink pada burung Flamingo, maka semakin agresif perilakunya. Sikap agresif ini dalam hal berebut makanan.

Hal tersebut berdasarkan studi yang dilakukan University of Exeter dan cagar alam Wildfowl & Wetlands Trust (WWT) Slimbridge, Inggris.

Dalam studi yang dipublikasikan pada jurnal Ethology tersebut, peneliti menyebut, bulu berwana merah mudah cerah pada Flamingo menandakan burung tersebut sehat dan siap untuk berkembang biak.

Oleh karena itu, ketika burung-burung bertengkar karena makanan, Flamingo yang paling berwarna merah muda, baik jantan maupun betina, cenderung lebih agresif dibanding burung lainnya.

“Flamingo hidup dalam kelompok besar dengan struktur sosial yang kompleks. Warna memainkan peran penting dalam hal ini,” ujar Dr Paul Rose, peneliti dari University of Exeter, seperti dilansir dari The Independent, Selasa (9/6/2020).

Adapun penelitian tersebut dilakukan dengan mempelajari perilaku Lesser Flamingo di Slimbridge. Ini merupakan jenis burung Flamingo terkecil yang banyak ditemui di Afrika sub-Sahara.

Penelitian dilakukan dengan menempatkan burung-burung Flamingo pada tiga kondisi dan lokasi yang berbeda saat mereka makan.

Terdiri dari, makanan tersedia pada mangkuk yang berada di dalam ruangan, lalu makanan tersedia pada kolam di dalam ruangan yang lebih besar, dan di luar ruangan dengan makanan yang tersedia pada kolam besar.

Hasilnya, burung yang makan di kolam besar di luar ruangan, menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berperilaku agresif. Ini membuat waktu makan mereka menjadi lebih banyak.

Sementara, burung-burung lebih banyak menunjukkan perilaku agresif dan berkelahi ketika makanan tersedia di mangkuk yang berada di dalam ruangan.

Ketika burung harus berkerumun bersama untuk mendapatkan makanan, mereka bertengkar lebih banyak dan karenanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk makan,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut Rose, tidak semua Flamingo memungkinkan untuk selalu di tempatkan di luar ruangan ketika makan. Seperti, Lesser Flamingo yang bobotnya hanya berkisar 2 kilogram dan berasal dari Afrika.

Lesser Flamingo yang berada pada penangkaran-penangkaran di Inggris, tentu tidak memungkinkan untuk ditempatkan di luar ruangan ketika musim dingin. Suhunya sangat berbeda dari habitat asli mereka.

“Namun, penelitian ini menunjukkan burung Flamingo harus diberi makan di tempat yang seluas dan selebar mungkin,” katanya.

Studi lain yang dilakukan University of Exeter pada awal tahun ini, juga menemukan Flamingo ternyata menjalin persahabatan yang erat dan bertahan dalam jangka panjang. Persahabatan dibentuk dengan burung-burung tertentu dalam kawanan mereka.

“Sama halnya seperti manusia, flamingo membentuk ikatan sosial karena berbagai alasan, dan fakta bahwa mereka begitu tahan lama menunjukkan hal itu penting untuk bertahan hidup di alam liar,” jelas Rose.

 

Sumber : kompas