Seluruh indeks acuan AS toreh rekor baru

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Pasar saham AS bullish pada transaksi perdagangan tadi malam (11/8). Data CNBC menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan lompatan 0,64% menjadi 18.613,52. Saham Nike merupakan saham top gainers dan saham Wal-Mart menjadi saham top losers.

Sementara, indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 0,47% menjadi 2.185,79. Sektor energi memimpin kenaikan sembilan sektor dan sektor barang konsumen menjadi satu-satunya sektor yang tertekan.

Sedangkan indeks Nasdaq melaju 0,46% menjadi 5.228,40.

Lompatan Wall Street terkerek oleh melonjaknya harga minyak dunia dan rilis kinerja emiten yang positif.

“Ada dua sentimen utama yang mendorong market hari ini. Salah satunya adalah minyak. Sentimen lainnya adalah reli saham ritel,” jelas Mariann Montagne, senior investment analyst Gradient Investments.

Sekadar informasi, harga minyak WTI ditutup dengan lompatan 4,27% menjadi US$ 43,49 per barel. Kenaikan minyak terkerek pernyataan dari menteri Arab Saudi mengenai kemungkinan aksi untuk menstabilkan harga minyak. Selain itu, International Energy Agency memprediksi pasar minyak akan ketat pada paruh kedua 2016.

“Harga minyak menuju stabilisasi,” jelas Art Hogan, chief market strategist Wuderlich Securities.

Menurut data Bespoke, Kamis kemarin merupakan yang pertama kalinya sejak 1999, indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup bersamaan pada level rekor.

( http://investasi.kontan.co.id)

IHSG Siang Berbalik Arah ke Zona Merah

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi kedua di siang ini terpantau melemah dan belum mampu mempertahankan penguatan, seperti yang terjadi pada perdagangan pagi tadi. Sentimen positif yang ada belum mampu mendorong IHSG untuk bertahan di jalur hijau.

IHSG Jumat, 12 Agustus, perdagangan siang ditutup melemah sebanyak 0,66 poin ke posisi 5.418. Sementara itu, saham unggulan LQ45 mengalami penguatan sebanyak 0,77 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 929. Namun sayangnya, JII justru melemah sebanyak 1,12 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 750.

Siang ini, seluruh sektor bergerak tidak beraturan dalam artian ada yang melemah dan ada yang menguat. Sektor pertambangan menguat 9,63 poin, dan sektor konsumer menguat 2,81 poin. Sedangkan sektor perkebunan melemah 9,76 poin dan sektor infrastruktur melemah 7,35 poin.

Volume perdagangan siang ini tercatat sebanyak 2,3 miliar lembar saham senilai Rp2,3 triliun. Sebanyak 121 saham menguat, sebanyak 154 saham melemah, sebanyak 108 saham mengalami stagnan, dan sebanyak 187 saham tidak mengalami perdagangan.

Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Wijanarko mengatakan, hingga saat ini aksi kaum bearish tidak mampu menekan IHSG ke bawah level 5.400, akibat perlawanan kaum bullish yang tetap agresif mengakumulasi saham big cap dan lapis kedua pilihan.

“Kaum banteng yang terus mengakumulasi saham big cap dan lapis kedua untuk skenario kenaikan hingga menembus resisten psikologis di level 5.500,” jelas Yuganur.

Sementara itu, Kepala Analis ?PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan, ?gerak indeks sempat menjebol level support 5.404 sesaat dalam pergerakan intraday, tapi capital inflow masih terlihat terjadi di tengah kondisi indeks yang berada dalam tekanan hingga akhir perdagangan.

“IHSG berhasil ditutup di atas level support 5.404, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan naik IHSG masih cukup besar dan tingkat kepercayaan investor terhadap pertumbuhan pasar modal masih cukup tinggi,” tutup William. ( http://ekonomi.metrotvnews.com )

RIFANFINANCINDO