Sejarah Berdirinya Koperasi di Indonesia

4ed01184-9051-4b4a-8f05-9d903fd8642c_169RIFAN FINANCINDO – Koperasi adalah badan usaha yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya sendiri untuk memenuhi kebutuhan bersama. Koperasi tumbuh di berbagai lapisan masyarakat mulai dari pedesaan hingga kota-kota besar. Kini, Hari Koperasi Nasional diperingati setiap 12 Juli.

Keberadaan koperasi dekat dengan masyarakat Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Sejarah berdirinya koperasi di Indonesia berawal pada akhir abad ke-19.

Koperasi awalnya berkembang di Eropa ada awal abad ke-19. Saat itu, pria berkebangsaan Skotlandia Robert Owen menggagas konsep koperasi. Owen membuat konsep koperasi atas dasar kerja sama pada awal Revolusi Industri. Robert Owen kini dikenal sebagai Bapak Koperasi Dunia.

Awal Mula Koperasi di Indonesia

Dari Eropa, koperasi sampai ke Indonesia. Dikutip dari laman Kementerian Koperasi dan UKM, cikal bakal koperasi di Indonesia berawal pada 1986. Saat itu, konsep koperasi diperkenalkan oleh Patih R Aria Wiria Atmaja.

Kala itu, Patih Aria melihat banyak masalah sosial dari para pegawai negeri atau priayi. Mereka terjerat utang karena bunga yang tinggi dari rentenir.

Patih Aria lalu mendirikan bank pegawai negeri di Purwokerto. Dia ingin menerapkan pola koperasi kredit ala Jerman agar pegawai negeri tak perlu lagi berurusan dengan rentenir.

Konsep ini dikembangkan oleh seorang residen Belanda bernama De Wolffvan Westeroode. Dia mengajukan perubahan Bank Pertolongan Tabungan menjadi Bank Pertolongan, Tabungan, dan Pertanian.

De Wolffvan memberikan perhatian khusus kepada para petani saat musim paceklik dengan memberikan pinjaman. De Wolffvan juga menjadikan lumbung padi menjadi Koperasi Kredit Padi.

Namun, usaha De Wolffvan terhambat pemerintah Belanda yang tidak menggolongkan Bank Pertolongan, Tabungan, dan Pertanian sebagai koperasi. Bank ini menjadi cikal bakal Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Alhasil, pada zaman Belanda bentuk koperasi belum dapat terlaksana dengan baik karena belum ada instansi yang memberikan penyuluhan tentang konsep koperasi dan belum ada peraturan mengenai koperasi.

Barulah pada 1908, Budi Utomo yang baru didirikan Dr Sutomo menginisiasi gerakan koperasi. Koperasi semakin meluas seiring berkembangnya Serikat Dagang Islam pada 1927. Perkembangan koperasi juga didukung oleh Partai Nasional Indonesia pada 1929.

Nilai-nilai koperasi yang sejalan dengan sifat masyarakat Indonesia yakni gotong royong semakin membuat koperasi menyebar luas.

Namun, pemerintah Hindia Belanda tak senang dengan perkembangan koperasi. Sejumlah aturan pun dibuat untuk membatasi ruang gerak koperasi seperti Peraturan Perkumpulan Koperasi No.43 tahun 1915, Peraturan No.91 Tahun 1927 tentang Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi Golongan Bumi Putera, Peraturan Umum, dan Perkumpulan Koperasi No.21 Tahun 1933 diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum barat.

Pada masa pendudukan Jepang, koperasi masih terus berkembang. Jepang memanfaatkan hal ini dengan mendirikan Koperasi Kumiyai untuk mengeruk keuntungan dari masyarakat.

Setelah kemerdekaan Indonesia, koperasi memasuki babak baru. Pada 12 Juli 1947 digelar Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya. Hari ini pun diperingati sebagai Hari Koperasi Indonesia. Selain itu, Mohammad Hatta atau Bung Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Sejak saat itu, keberadaan koperasi terus berkembang di Indonesia. Koperasi berperan dalam mengembangkan ekonomi anggota dan masyarakat Indonesia

 

Sumber : cnnindonesia