Sebagian Saham Asia Jatuh

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Sebagian besar saham Asia jatuh menjelang laporan payrolls AS yang dicermati investor seiring data ekonomi yang kuat meningkatkan taruhan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.

MSCI Asia Pacific Index melemah kurang dari 0,1 persen ke level 140,57 pada pukul 09:20 pagi waktu Tokyo, dengan sekitar tiga saham turun untuk setiap dua yang naik. Klaim pengangguran AS turun ke level terendah kedua sejak 1973 sehingga memperkuat kasus Fed untuk menaikkan suku bunga. Kemungkinan bahwa FEd akan melakukannya pada bulan Desember naik menjadi 64 persen dari 53 persen minggu lalu, menjelang laporan tenaga kerja resmi Jumat. Saham Jepang turun bahkan meskipun yen menghentikan penurunan beruntun terpanjangnya terhadap greenback sejak Juli 2014, sementara minyak berada di atas level $ 50 per barel sehingga mengirim saham energi yang lebih tinggi.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1 persen, dan S & P / ASX 200 Index Australia kehilangan 0,4 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru jatuh 0,8 persen. Pasar China ditutup untuk sisa minggu ini, sedangkan di Hong Kong belum memulai perdagangan saat berita ini dirilis. (Bloomberg)

Sebagian Besar Bursa Saham Asia Anjlok Dipicu Terjunnya Pounds

Sebagian besar saham Asia jatuh setelah pound terjun secara tiba-tiba yang, mengguncang investor, di tengah spekulasi atas data pekerjaan AS yang akan keluar disaat meningkatnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga tahun ini.

Pound telah jatuh sebanyak 6,1 persen, terbesar sejak hari Brexit, yang menghidupkan kembali kenangan 24 Juni, ketika hasil pemungutan Inggris meninggalkan Uni Eropa mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar keuangan. menyeka lebih dari $ 2.5 triliun nilai ekuitas global dalam satu hari. Data pengangguran AS yang merosot ke level terendah hampir 40 tahun, memacu optimismeakan laporan payrolls yang akan keluar malam nanti. Data pengangguran tersebut akan memperkuat gambaran dari pasar tenaga kerja yang kuat dan pemulihan ekonomi.

MSCI Asia Pacific Index sedikit berubah pada hari pada 9:30 waktu Tokyo, Indeks utama di Australia, Jepang dan Korea Selatan juga turun. Samsung Electronics Co naik 0,6 persen setelah melaporkan laba operasional kuartalan lebih tinggi dari perkiraan analis.
Untuk satu kemarin pound turun 1,3 persen, penurunan terbesar di antara mata uang utama, dan IG Nicholson mengatakan bahwa nilai tukar mata uang ini terjun tiba-tiba mungkin telah dipicu oleh laporan dari komentar Presiden Prancis Hollande terhadap masalah Brexit.

The Financial Times melaporkan bahwa Hollande mengatakan Inggris harus menderita konsekuensi dari keputusan mereka untuk meninggalkan Uni Eropa. Presiden Perancis , yang berbicara di Paris pada makan malam yang dihadiri oleh pejabat Uni Eropa, mendesak blok itu untuk memimpin negosiasi yang cukup alot dengan Inggris untuk menghindari penularan dan melindungi prinsip-prinsip fundamental dari pasar tunggal.

Brexit telah menjadi topik utama pada konferensi tahunan Partai Konservatif yang berkuasa di mana Perdana Menteri Inggris Theresa May tampaknya akan bergerak lebih cepat didalam menindaklanjuti keputusan Brexit. (http://vibiznews.com)