Sebagian Besar Saham Asia Menguat

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Sebagian besar bursa saham Asia naik menjelang debat calon presiden AS putaran kedua dengan perusahaan material dan konsumen menguat.

Indeks MSCI Asia Pacific kecuali Indeks Jepang menambahkan kurang dari 0,1 persen pada pukul 08:34 pagi di Hong Kong. Saham-saham Australia naik sementara saham-saham di Selandia Baru dan Korea Selatan jatuh. Reputasi calon presiden AS Donald Trump mendapat pukulan berat menjelang debat dengan Hillary Clinton yang diawasi dengan ketat setelah video pada tahun 2005 muncul saat Trump berbicara dengan vulgar dan merendahkan tentang wanita. Laporan pekerjaan Amerika pada hari Jumat menunjukkan bank sentral tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

Perdebatan di Washington University dimulai pada pukul 09:00 malam waktu New York dengan warga Amerika pergi ke tempat pemungutan suara untuk memilih presiden mereka berikutnya pada 8 November mendatang. Persaingan tidak bisa lebih tinggi untuk Trump atau partai Republik setelah rilis video, yang memicu desakan dari para pejabat Partai Republik untuk menjauhkan diri dari dia serta permintaan supaya Trump mengundurkan diri dari perlombaan menuju Gedung Putih.

Pedagang mengisyaratkan kesempatan The Fed menaikkan suku bunga utamanya pada akhir tahun ini sedikit lebih tinggi setelah rilis laporan pekerjaan pada hari Jumat. Minyak berjangka menunjukkan 64 persen kemungkinan bank sentral akan mengetatkan kebijakan pada pertemuan bulan Desember, dengan perhitungan berdasarkan asumsi suku bunga The Fed yang efektif akan diperdagangkan di tengah rentang baru setelah kenaikan bank sentral berikutnya.

Kenaikan payroll dalam ekonomi AS melambat untuk bulan ketiga, sementara perekrutan pekerja di bulan Agustus lebih kuat dari yang diperkirakan, menurut data dari Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat.(Bloomberg)

Dolar AS Menguat, Pasar Asia Dibuka Mixed

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia dibuka mixed atau campur pada perdagangan Senin, setelah investor berfokus pada penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan menunggu hasil debat kandidat kedua calon presiden AS, yang berlangsung hari ini.

Dilansir dari CNBC, Senin 10 Oktober 2016, indeks Saham Australia ASX 200 menguat sebesar 0,36 persen pada awal perdagangan, dan Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,53 persen. Sedangkan indeks Jepang, Hongkong dan Taiwan tutup karena libur nasional.

Adapun yang membuat Indeks ASX 200 melonjak pada awal perdagangan didorong oleh saham-saham sektor keuangan yang naik hingga di atas 0,65 persen. Sedangkan Kospi turun dikarenakan turunnya saham Samsung Electronic yang turun 4,34 persen.

Turunnya saham Samsung Elctronic juga dipicu oleh laporan dari penyelidikan terkait kerusakan terhadap perangkat produk Galaxy Note 7. Bahkan, penyedia jaringan AT&T menyatakan tidak akan meneruskan penjualan dan melakukan pergantian perangkat.

Sementara itu, di pasar mata uang dolar pada sesi pagi ini menjadi fokus utama investor. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap seluruh mata uang, diperjualbelikan pada 96,509, atau naik dari 95,600 awal pekan lalu. ( http://bisnis.news.viva.co.id )

PT RIFAN FINANCINDO