Sebagian Besar Saham China Merosot Setelah PBOC Melemahkan Yuan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sebagian besar saham-saham China jatuh setelah bank sentral China melemahkan tingkat referensi yuan yang merupakan terbesar sejak Januari dan penurunan harga energi menyeret produsen komoditas.

Indeks Shanghai Composite turun 0,3 persen. Bank Rakyat China (PBOC) memotong penetapan, yang membatasi pergerakan mata uang yang diperdagangkan di dalam negeri menjadi 2 persen di kedua sisi, dengan 0,26 persen menjadi 6,5079 dolar. Indeks energi dan produsen bahan baku meluncur lebih dari 0,4 persen, sementara saham-saham teknologi bergerak naik.

Kekhawatiran bahwa melemahnya mata uang akan memacu arus keluar modal telah membantu menyeret turun indeks Shanghai tahun ini sebesar 19 persen, yang terbesar di antara indeks global lainnya. Mata uang China telah kembali ke tren yang lebih “normal, rasional dan fundamental-driven”, dan negara tidak perlu menggunakan kebijakan valuta asing untuk meningkatkan perdagangan, Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan mengatakan kepada wartawan, pada hari Sabtu.

Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,6 persen di Hong Kong pada pukul 09:37 pagi, sedangkan Indeks Hang Seng turun 0,7 persen.(frk)

Sumber: Bloomberg