Sebagian Besar Saham Asia Menguat Setelah Yen Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Sebagian besar saham Asia menguat, dipimpin oleh saham-saham Jepang, setelah inflasi AS yang cepat dari perkiraan menekan yen. Pasar saham di Hong Kong dan Korea Selatan ditutup untuk liburan.

Dua saham naik untuk setiap saham yang turum dalam Indeks MSCI Asia Pacific, yang sedikit berubah ke level 153,44 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo. Menaikkan suku bunga tahun ini akan menjadi “tepat,” kata Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Jumat lalu selama berpidato di Providence, Rhode Island, membuat perekonomian memenuhi perkiraannya. Normalisasi laju kemudian cenderung bertahap, katanya.

Komentar Yellen diikuti data yang menunjukkan biaya hidup di Amerika naik melebihi perkiraan bulan lalu. Indeks harga konsumen inti naik 0,3% pada bulan April, kenaikan terbesar sejak Januari 2013, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja hari Jumat.

Indeks Topix naik 0,4%, siap untuk memperpanjang untuk penguatan dalam tujuh tahun, setelah yen turun 0,4% terhadap dolar pada hari Jumat. Indeks Australia S&P/ASX 200 sedikit berubah. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,3%. Sementara e-mini futures pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Pasar ekuitas AS ditutup hari ini.

China dan Hong Kong akan mulai penjualan dana lintas batas pada tanggal 1 Juli mendatang, memperluas akses ke pasar keuangan dan modal dalam perekonomian terbesar kedua di dunia. Total kuota awal akan sebesar 600 miliar yuan ($ 97 milyar), dibagi secara merata di setiap arah, regulator di China dan Hong Kong mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Jumat. Alokasi itu lebih besar daripada yang diantisipasi, menurut Invesco Ltd.(frk)

Sumber: Bloomberg