Sanksi Iran Dicabut, Harga Minyak Anjlok

Sanksi Iran Dicabut, Harga Minyak AnjlokRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak dunia anjlok di bawah level US$30 per barel pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, terbebani penurunan lebih lanjut di pasar saham China.

Dilansir CNBC, Senin, 18 Januari 2016, prospek kenaikan ekspor minyak dalam waktu dekat dari Iran juga menyebabkan harga minyak semakin suram.
Analis memperingatkan bahwa penurunan harga minyak bisa makin berlanjut, menyusul rencana dicabutnya sanksi terhadap Iran akan membuka gelombang ekspor minyak baru.
The International Atomic Energy Agency (IAEA) mengatakan diprediksi Barat akan mencabut sanksi terhadap Iran, menyusul kepatuhan Iran terkait kesepakatan untuk mengekang program nuklirnya.
Pasar saham China, konsumen terbesar minyak ke dua di dunia, pada Jumat akhir pekan lalu jatuh ke level terendah sejak Desember 2014.
Hal tersebut menambah kekhawatiran permintaan minyak akan berkurang. Data ekonomi AS juga kurang bersahabat, yakni penjualan ritel dan produksi industri pada Desember menunjukkan penurunan.
Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$29,42 per barel, atau turun US$1,78 (5,71 persen) dibanding perdagangan sebelumnya.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Maret, turun US$1,77 atau 6,25 persen di posisi US$28,96 per barel, setelah sebelumnya berada di level US$28,82 per barel, atau menjadi level terendah sejak Februari 2004.
Sementara itu, perusahaan jasa minyak Baker Hughes melaporkan jumlah rig pengeboran minyak aktif turun satu rig, sehingga saat ini total rig pengeboran minyak aktif menjadi 515 rig, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sejumlah 1.366 rig.
“Sebenarnya ini waktu yang tidak tepat bagi Iran untuk kembali masuk ke pasar minyak, baik bagi pasar global maupun juga bagi Iran sendiri,” kata analis Philip Futures dalam sebuah catatan.
Analis Commerzbank, Carsten Fritsch, berbicara di Reuters Global Oil Forum, memperingatkan bahwa pada tahun ini diprediksi harga minyak bisa menyentuh level US$25 per barel, dan sangat mungkin untuk lebih rendah dari itu.
Commerzbank memangkas prediksi harga minyak Brent untuk tahun ini menjadi US$50 per barel, dari perkiraan sebelumnya US$63 per barel. (ase)
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id