Sambut Libur Panjang, Bursa Asia Menguat Tipis

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Jumat pekan ini. Penguatan bursa saham di kawasan Asia ini mengikuti Wall Street yang melambung karena optimisme reformasi perpajakan. Mengutip CNBC, Jumat (22/12/2017), Indeks Nikkei 225 Jepang menguat tipis meskipun saham-saham di sektor otomotif tertekan. Toyota melemah 0,6 persen dan Honda turun 0,67 persen.

Saham Kobe Steel juga melemah 1,32 persen setelah perusahaan mengakui bahwa ada tiga eksekutif senior mereka yang mengetahui adanya pemalsuan data yang terjadi di perusahaan tersebut. Produsen baja ini memang tengah terlibat dalam skandal mengenai pemalsuan data-data produk. Di Korea Selatan, indeks acuan Kospi naik 0,17 persen didorong oleh saham-saham blue chip. Samsung Electronics naik 0,77 persen dan Hyundai Motor naik 1,33 persen.

Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,36 persen karena kekuatan di sektor sumber daya. Saham-saham di sektor tambang dan minyak serta gas naik di perdagangan pagi ini. Rio Tinto naik 0,18 persen, Santos naik 1,14 persen dan Mount Gibson Iron naik 2,22 persen. Penguatan harga komoditas di perdagangan semalam memberikan dampak positif kepada saham-saham tambang pada pembukaan hari ini. “Harga komoditas membantu saham untuk terus berada di sisi positif menjelang libur akhir tahun,” jelas analis senior ANZ, Tom Kenny.

Wall Street

Di Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta), dengan penguatan tiga indeks utama. Pendorong utama penguatan bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut adalah saham-saham di sektor energi dan keuangan. Mengutip Reuters, Jumat (22/12/2017), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 55,64 poin atau 0,23 persen menjadi 24.782,29. Untuk S&P 500 menguat 5,32 poin atau 0,20 persen menjadi 2.684,57. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 4,40 poin atau 0,06 persen menjadi 6.965,36.

Sektor energi dan keuangan memimpin penguatan di antara 11 sektor lainnya di S&P 500. Sektor keuangan telah naik 21 persen sepanjang tahun ini. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan indeks acuan S&P 500 yang ada di angka 20 persen. Sebaliknya, sektor energi bergerak cukup buruk sepanjang tahun ini dengan mengalami pelemahan 4,2 persen.

“Tetapi pada hari-hari terakhir di 2017, sektor energi justru mengalami peningkatan yang signifikan,” jelas analis Oppenheimer Asset Management di New York, John Stoltzfus. “Secara khusus, peningkatan saham-saham di sektor energi ini karena pengaruh di luar AS dan juga kenaikan permintaan akan impor minyak,” tambah dia. Saham Chevron melonjak 3,3 persen pada perdagangan Kamis. Sebelumnya saham tersebut menyentuh rekor tinggi di US$ 125,35, setelah broker Cowen & Co menaikkan target harga sahamnya hampir sepertiga menjadi US$ 160. ( liputan6.com )