RifanFinancindo ~ Saham Jepang Turun, Saham Cina Menguat

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Saham Jepang melemah, mengikuti jejak penurunan ekuitas AS, dengan saham eksportir turun imbas penguatan yen sementara saham minyak anjlok menyusul harga minyak mentah yang berada di level yang lebih rendah.

Indeks Topix tergelincir 1,1 % ke level 1,310.51 pada pukul 09:13 pagi waktu Tokyo, jatuh untuk hari ketiga. Indeks telah naik dalam dua minggu terakhir di tengah ekspektasi Bank of Japan akan mengumumkan langkah-langkah stimulus baru di saat mereka menutup pertemuan mereka pada 29 Juli nanti. Nikkei 225 Stock Average kehilangan 1 persen. Yen menguat 0,4 persen ke level 105,35 per dolar setelah naik 0,3 persen pada hari Senin. Harga minyak turun 2,4 persen di New York pada hari Senin, yang merupakan level terendah sejak 25 April.

Pertemuan kebijakan dua hari BOJ pada hari Jumat dilakukan setelah keputusan Federal Reserve pada suku bunga sehari sebelumnya. Sebanyak 32 dari 41 responden yang disurvei Bloomberg News memperkirakan BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneter bulan ini. Sementara itu peluang pedagang untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan Juli turun menjadi 8 persen dari 54 persen pada dua bulan sebelumnya.

Sementara itu Saham China mencicipi kenaikan tertinggi dalam dua minggu, dengan saham bahan baku dan energi memimpin kenaikan.

Shanghai Composite Index naik 0,6 persen pada pukul 10:18 pagi waktu setempat, dengan indeks volatilitas memperpanjang penurunan dari level terendah dua tahun. saham yang berhubungan dengan emas melonjak seiring rebound logam kuning tersebut dari penurunan dua hari nya. Shandong Gold Mining Co naik 4 persen, sedangkan Yanzhou Coal Mining Co memimpin perusahaan energi untuk berada di level yang lebih tinggi dengan keuntungan 2,6 persen.

Sementara itu, pasar saham bernilai $6.2 triliun China sampai saat ini terkenal karena perubahan harga yang ekstrim, indeks volatilitas 10-hari sekarang berada di level terendah sejak 2014. Indeks acuan ini menuju kenaikan kedua bulanan dan indeks Hong Kong memasuki bull market pekan lalu di tengah tanda-tanda stabilitas ekonomi di negara dimana tembok besar cina itu berada.

Hang Seng China Enterprise Index turun 0,3 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,1 persen. CNOOC Ltd kehilangan 2,6 persen, sedangkan PetroChina Co jatuh 1,9 persen karena harga minyak mentah yang diperdagangkan mendekati level terendah dalam tiga bulan terkait kekhawatiran produsen AS akan meningkatkan upaya pengeboran mereka. (sdm)

Sumber: Bloomberg