Saham Jepang Raih Gain di Sesi Istirahat

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Saham Jepang naik setelah dua minggu melemah, setelah menunjukkan data pekerjaan AS mengalahkan perkiraan ekonom, meningkatkan risiko dan pelemahan yen.

Indeks Topix naik 1,5 % ke level 1,299.06 pada istirahat perdagangan di Tokyo, dengan semua kelompok industri tetapi 7 dari 33 kelompok industri mencatat kenaikan. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 2 %. Data gaji AS naik sebesar 255.000 bulan lalu, melebihi prediksi ekonom untuk peningkatan 180.000, menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja AS yang akan menyalurkan dukungan untuk belanja konsumen. Yen melemah 0,3 % ke level 102,08 per dolar setelah turun 0,6 % pada hari Jumat.

Investor telah mengamati dengan seksama data ekonomi dari AS sebagai ukuran peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mendatang naik menjadi 26 %, naik dari sebelumnya 18 % sebelum rilis laporan pekerjaan. (Bloomberg)

Aliran Dana Investor Asing Bayangi Laju IHSG

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang meneruskan penguatan pada perdagangan saham awal pekan ini. Data ekonomi positif dan masuknya dana investor asing masih jadi katalis positif.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan pergerakan IHSG masih terlihat kuat untuk naik. Target level resistance berada di kisaran 5.548 dan support di sekitar level 5.366.

William menuturkan, arus dana investor asing masih terus masuk ke pasar modal Indonesia ditambah pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 mencapai 5,18% menambah kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, rilis cadangan devisa Juli yang kembali naik juga menunjukkan semakin kuatnya kestabilan ekonomi Indonesia.

“IHSG masih berada dalam pola positif. Jadi setiap masa koreksi sehat dapat dimanfaatkan untuk akumulasi beli,” ujar William dalam ulasannya, Senin (8/8/2016).
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada juga menuturkan rilis data ekonomi kuartal II yang berada di atas konsensus membuat IHSG mendapatkan angin segar. Selain itu, dana investor asing yang terus bertumbuh juga membuat IHSG bisa terus mencari level tertingginya. Reza memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 5.360-5.399 dan resistance 5.435-5.458.

“Meski peluang kenaikan masih ada seiring ada sentimen positif namun tetap berhati- hati terhadap potensi perubahan yang umumnya terjadi setelah IHSG sempat sentuh level tertinggi baru,” ujar Reza.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan pergerakan IHSG akan bervariasi di kisaran 5.388-5.486. Sebelumnya penutupan perdagangan saham Jumat 5 Agustus 2016, IHSG menguat 46,38 poin atau 0,86 persen ke level 5.420,24.Aksi beli investor asing mencapai Rp 1,4 triliun. Tercatat aksi beli penanammodal asing mencapai Rp 7,62 triliun pada pekan lalu. Total pembelian pemodal asing di pasar modal Indonesia mencapai Rp 32,50 triliun sepanjang 2016.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati oleh riset PT Sinarmas Sekuritas antara lain saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sedangkan Reza memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

( http://bisnis.liputan6.com/ )

RIFANFINANCINDO