Saham Jepang Naik Terbantu Yen

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Jepang naik seiring yen mempertahankan penurunan setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kasus untuk pengencangan kebijakan semakin menguat. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan janjinya? untuk memperkuat stimulus jika diperlukan.

Saham alat listrik dan mesin otomatis naik pada istirahat perdagangan di tokyo setelah yen kalah 1,3 persen terhadap dolar pada hari Jumat menyusul pernyataan Yellen di Jackson Hole, Wyoming, dan masih bertahan di zona merah pada awal perdagangan Senin. Dia mengutip mengenai berlanjutnya kinerja yang solid di pasar tenaga kerja AS. Sementara itu, Kuroda mengatakan ada “ruang yang cukup untuk melakukan pelonggaran tambahan” melalui peringanan kuantitatif atau kualitatif atau potongan lebih untuk suku bunga negatif.

Topix naik 2,1% ke level 1,314.93 pada jeda perdagangan di Tokyo sementara Nikkei 225 bertambah 2,2% ke level 16,727.52. Yen-Dollar melemah 0,36% ke 102,20.

Trader melihat peluang kenaikan suku bunga September AS pada 42 persen menyusul pernyataan Yellen, naik dari 22 % pada 19 Agustus, menurut data Fed berjangka yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Mereka melihat peluang biaya hutang yang lebih tinggi pada bulan Desember di 65 persen.

Semua kecuali tiga dari 33 kelompok industri pada indeks Topix naik dengan volume yang sekitar 10 % lebih rendah dari rata-rata intraday 30-hari. (sdm)

Saham Hong Kong Turun terkait Spekulasi Suku Bunga Fed

Saham-saham Hong Kong jatuh ke level paling rendah dalam dua pekan di tengah kekhawatiran meningkatnya biaya pinjaman akan merusak masa depan pasar properti kota.

Indeks Hang Seng turun 0,3 persen pada pukul 10:06 pagi waktu setempat. Indeks perusahaan real estate merasakan penurunan paling besar di antara kelompok industri seiring Sun Hung Kai Properties Ltd dan New World Development Co turun lebih dari 1 % . Sands China Ltd memimpin penurunan oleh operator kasino. Shanghai Composite Index melemah 0,1 persen untuk memperpanjang penurunan mingguan nya.

Perjalanan bull-market? di Hong Kong kehilangan tenaga seiring pulihnya ekonomi AS imbas dari Brexit memicu optimisme bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi merupakan prospek jauh. Pedagang harga melihat probabilitas 42 persen dari kenaikan suku bunga AS bulan depan, dan hampir 65 persen kemungkinan bank sentral akan bertindak pada bulan Desember. Mata uang Hong Kong turun terhadap greenback sehingga membuat ekuitas kota rapuh terhadap kebijakan moneter AS.

Indeks Hang Seng terakhir diperdagangkan di level 22,824.79. Hang Seng Index China Enterprises melemah 0,7 %, setelah jatuh 0,6 persen pekan lalu.

Sumber : Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO