Saham Jepang Jatuh pasca Penguatan Yen, Pemesanan Mesin Menurun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Jepang jatuh, memperpanjang dua minggu penurunan mereka, setelah menguatnya yen selama enam hari dan seiring laporan menunjukkan pemesanan mesin turun pada bulan Februari untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

Indeks Topix kehilangan 0,7 persen ke level 1,278.84 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, dengan semua kecuali empat dari 33 kelompok industri yang ada meraih penurunan. Nikkei 225 Stock Average turun 0,6 persen ke level 15,732.32. Yen diperdagangkan pada leve 108,30 per dolar. Pemesanan mesin inti jatuh 9,2 persen pada Februari dari bulan sebelumnya. Para analis sebelumnya memperkirakan penurunan 12 persen.

Topix turun 17 persen pada tahun 2016 sampai Jumat lalu, mengalami penurunan tertajam di dunia di belakang Italia. BlackRock Inc, pengelola uang terbesar di dunia, berada di antara perusahaan-perusahaan yang mengakhiri panggilan bullish pada ekuitas Jepang.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah saham pada indeks ekuitas AS itu naik 0,2 persen pada hari Jumat, memangkas penurunan mingguan terburuk mereka dalam dua bulan, menyusul lonjakan minyak mentah yang mendorong saham energi mengimbangi penurunan di saham bioteknologi.

Minyak AS menyentuh level $ 40 per barel untuk pertama kalinya bulan ini, memperpanjang lonjakan pada hari Jumat di tengah berkurangnya kekhawatiran atas surplus global menjelang pertemuan para produsen utama di Doha minggu ini. (sdm)

Sumber: Bloomberg