Saham Jepang Jatuh Ditengah Selloff Ekuitas Global, Yen Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Jepang jatuh di tengah aksi jual pada ekuitas global dan imbas dari penguatan yen ke level tertinggi terhadap dolar dalam lebih dari satu tahun, merusak prospek keuntungan bagi eksportir nasional.

Indeks Topix turun 2 persen ke level 1,352.86 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, dengan semua dari 33 kelompok industri meraih penurunan, yang dipimpin oleh saham ekspedisi dan saham energi. Nikkei 225 Stock Average kehilangan 2 persen ke level 16,667.72. Yen diperdagangkan pada level 115,55 per dolar setelah penutupan hari Senin di bawah level kunci 116 untuk pertama kalinya sejak November 2014. Saham jatuh di AS dan Eropa di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Mata uang Jepang telah menguat terhadap dolar meskipun divergen kebijakan suku bunga yang diambil oleh masing-masing bank sentral negara, dengan Bank of Japan bulan lalu memperkenalkan suku bunga negatif sementara Federal Reserve pada bulan Desember menaikkan biaya pinjaman dan mengisyaratkan kenaikan selanjutnya tahun ini. Perlambatan pertumbuhan global mengurangi kembali ekspektasi pedagang untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga AS tahun ini menjadi 30 persen, turun dari 93 persen pada akhir 2015.

E-Mini berjangka pada indeks Standard & Poor 500 turun 0,3 persen. Indeks ekuitas dasar ini tenggelam 1,4 persen pada hari Senin seiring aksi jual kedua berturut-turut yang mendorong saham bank ke level terendah sejak 2013 dan meninggalkan Nasdaq Composite Index mendekati pasar beruang. Ekuitas memangkas penurunan rebound akhir sesi yang diberikan oleh keuntungan di saham energi. Stoxx Europe 600 Index merosot 3,5 persen menyusul penurunan saham Yunani ke posisi terendah sejak tahun 1990. (sdm)

Sumber: Bloomberg