Saham Jepang di Zona Merah

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Jepang melemah, dipimpin oleh saham telekomunikasi, seiring investor menimbang data ekonomi dan berspekulasi pada waktu peningkatan suku bunga AS.

Saham perusahaan telepon dan kereta api memberikan kontribusi terbesar untuk penurunan dalam indeks ekuitas acuan pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo. Yen menguat 0,1 persen terhadap dolar. Indeks Topix melonjak pada hari Senin menyusul pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang mengatakan bahwa kasus untuk kenaikan suku bunga telah menanjak dalam beberapa bulan terakhir. Laporan menunjukkan penjualan ritel dan belanja rumah tangga di Jepang anjlok, sementara pemilik dana menunggu data ekonomi AS dijadwalkan dirilis minggu ini,

Kedua indeks Topix dan Nikkei 225 menurun 0,3% ke level 1,309.80 dan level 16,690.39 masing-masing. Sementara itu, Yen-Dollar menguat 0,09% ke 101,82.

Saham produsen mobil Jepang, yang telah turun sebanyak 34 persen tahun ini seiring eksportir terkena efek terbesar dari melonjaknya yen, berada di antara pemenang terbesar berkat pertemuan akhir pekan para gubernur bank sentral di Jackson Hole. Pada hari Senin, saham mobil di Topix menguat ke level tertinggi sejak akhir Mei, seiring ekspektasi untuk dinaikkannya suku bunga AS mengirim yen menurun tajam.

Pengeluaran rumah tangga Jepang turun untuk bulan kelima berturut-turut pada bulan Juli dan penjualan ritel juga melemah, mengindikasikan terjadinya pelemahan dalam permintaandomestik. Tingkat pengangguran Jepang berada di posisi paling rendah sejak 1995.

Saham Asia Raih Gain di tengah Rebound Ekuitas AS

Saham Asia berada di zona hijau, mengikuti rebound di saham AS pada tanda-tanda penguatan dalam ekonomi Amerika, sementara ekuitas di Jepang merosot setelah yen menghentikan penurunan empat hari nya.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 138,33 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Indeks jatuh hari Senin setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengindikasikan kasus untuk peningkatan suku bunga semakin kuat. Indeks Topix tergelincir 0,3 persen seiring yen diperdagangkan di level 101,78 per dolar.

Ekuitas AS naik dekati rekor seiring data menunjukkan belanja konsumen naik untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Juli. Pemilik dana mengamati data dengan cermat untuk petunjuk tentang apakah ekonomi global dapat menghalangi minat suku bunga AS. Laporan hari Selasa menunjukkan penjualan ritel dan belanja rumah tangga di Jepang jatuh, sementara pedagang menunggu data industri dan gaji AS yang dirilis minggu ini.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,6 persen. S & P / ASX 200 Index Australia bertambah 0,6 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru menguat 0,2 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai perdagangan saat berita ini diturunkan.

Sumber : Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO