Saham Jepang Berayun Jelang Keputusan BOJ Pada Sesi Break

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Jepang berfluktuasi, dengan indeks Topix ditetapkan untuk penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir, sebelum salah satu keputusan kebijakan bank sentral yang paling diantisipasi sejak Gubernur Haruhiko Kuroda mulai pelonggaran kebijakan moneternya pada tahun 2013.

Indeks Topix tergelincir 0,2% menjadi 1,389.60 pada sesi istirahat makan siang di Tokyo, berayun dari kenaikan 0,7%. Menuju penurunan bulanan 10%, yang terbesar sejak Mei 2012. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,5% menjadi 16,953.09 karena mencatat lonjakan bulanan tertajam dalam volatilitas sejak Oktober 2008. Yen menguat untuk hari pertama dalam empat hingga 118,58 per dolar seiring laporan yang menunjukkan inflasi konsumen Jepang masih hampir di atas nol dirilis hanya beberapa jam menjelang keputusan kebijakan Jepang pertama 2016. Minyak naik untuk hari keempatnya.

Sementara hanya enam dari 42 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi bahwa dewan Kuroda akan memperluas rekor stimulus saat ini. Dua puluh sembilan mengharapkan pelonggaran lebih lanjut pada pertengahan tahun. Ekonom dari Citigroup Inc, JPMorgan Chase & Co dan UBS Group AG mereka memprediksikan lebih dari 30% stimulus tambahan pada pertemuan ini.

Gejolak di pasar keuangan global serta penguatan yen baru-baru ini telah memberikan tekanan pada BOJ untuk mempertimbangkan penyesuaian kebijakan untuk mendorong kenaikan harga dan pertumbuhan di Jepang. Data Jumat menunjukkan tingkat inflasi tetap pada 0,1% pada Desember, tingkat pengangguran berada di 3,3% dan produksi industri turun 1,6 persen dari tahun sebelumnya. Pemerintah melaporkan hari Kamis bahwa penjualan ritel tak terduga turun 1,1% bulan lalu.(yds)

Souurce: Bloomberg